Fahri Hamzah: Anies-Sandi Harus Obati "Luka" yang Muncul di Pilkada DKI - Kompas.com

Fahri Hamzah: Anies-Sandi Harus Obati "Luka" yang Muncul di Pilkada DKI

Rakhmat Nur Hakim
Kompas.com - 13/10/2017, 14:05 WIB
Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (22/9/2017)Kompas.com/Rakhmat Nur Hakim Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (22/9/2017)

JAKARTA, KOMPAS.com - Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah meminta Gubernur dan Wakil Gubernur terpilih DKI Jakarta Anies Baswedan dan Sandiaga Uno tidak bisa merangkul semua pihak saat resmi memimpin Ibu Kota. 

Hal itu dikatakan Fahri di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (13/10/2017).

"Pertama-tama adalah dia tidak boleh partisan, warga DKI terpecah akibat pilkada DKI. Bahkan warga negara Indonesia terpecah akibat DKI. Sekarang datanglah dia sebagai milik semua orang, milik seluruh bangsa, enggak boleh dia partisan," kata Fahri.

Ia meminta Anies-Sandi membuat program yang menjangkau semua kelompok dan lapisan masyarakat Jakarta.

"Anies-Sandi harus mengobati semua luka yang kemarin muncul di Pilkada dengan cara menyatukan kembali narasi, menyatukan kelompok yang terpisah. Bahkan kalau bisa berkontribusilah meyakinkan bangsa Indonesia kalau kita tidak terpecah," ujar Fahri.

Baca: PKS Ingatkan Anies-Sandi Tak Lupakan Janji Kampanye

Pelantikan Gubernur serta Wakil Gubernur DKI Jakarta periode 2017-2022 Anies Baswedan-Sandiaga Uno akan dilaksanakan di Istana Presiden, Jakarta, pada Senin (16/10/2017) pekan depan.

Untuk kelancaran acara itu, pejabat protokol Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melakukan survei di lokasi pelantikan, Selasa (10/10/2017) siang.

Kepala Sekretariat Presiden Heru Budi Hartono mengatakan, protokol Pemprov DKI Jakarta pada prinsipnya mengikuti konsep pelantikan yang diatur oleh protokol kepresidenan.

"Protokol DKI bilang akan ikut jadwal dan konsepnya Istana. Kecuali di luar Istana ya, kami enggak punya kewenangan," ujar Heru kepada Kompas.com, Selasa.

Kompas TV Tim Sinkronisasi bekerja lebih dari enam bulan dengan melibatkan 1.800 orang.


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
PenulisRakhmat Nur Hakim
EditorInggried Dwi Wedhaswary
Komentar

Close Ads X
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM