Sedang di Singapura, Menhub Budi Karya Tak Penuhi Panggilan KPK - Kompas.com

Sedang di Singapura, Menhub Budi Karya Tak Penuhi Panggilan KPK

Ihsanuddin
Kompas.com - 13/10/2017, 13:44 WIB
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi saat meninjau proyek Bandara Kulon Progo, Yogyakarta, Minggu (9/10/2017)Kompas.com/YOGA SUKMANA Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi saat meninjau proyek Bandara Kulon Progo, Yogyakarta, Minggu (9/10/2017)

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi tak memenuhi panggilan pemeriksaan dari Komisi Pemberantasan Korupsi.

Sebab, Menhub tengah melakukan kunjungan kerja di Singapura.

"Ya, mas (sedang di Singapura)," kata Budi Karya saat dihubungi Kompas.com lewat pesan singkat, Jumat (13/10/2017).

Budi lantas mengirimkan siaran pers terkait kegiatannya di Singapura. Dalam siaran pers itu, Menhub tengah memimpin Delegasi RI menghadiri Pertemuan ke-23 ASEAN Transport Ministers’ Meeting (23rd ATM) yang dihelat pada 12-13 Oktober 2017 di Singapura.

(baca: Saking Banyaknya, Uang di Mess Dirjen Hubla Berceceran di Kamar Mandi dan Tempat Tidur )

Pertemuan dihadiri oleh para menteri transportasi negara anggota ASEAN.

Budi sedianya akan diperiksa terkait kasus suap yang melibatkan Direktur Jenderal Perhubungan Laut (Dirjen Hubla) Kementerian Perhubungan Antonius Tonny Budiono.

"Yang bersangkutan akan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka APK ," kata Juru Bicara KPK, Febri Diansyah, saat dikonfirmasi, Jumat.

APK adalah Adiputra Kurniawan, Komisaris PT Adhi Guna Keruktama yang tertangkap tangan menyuap Tonny. Adiputra juga pada hari ini akan diperiksa sebagai tersangka.

(baca: Ditanya Asal Usul Duit Rp 20 Miliar, Dirjen Hubla Jawab dari Tuhan)

Suap ini diduga terkait proyek pengerjaan pengerukan Pelabuhan Tanjung Emas, Semarang.

Tonny dan Adiputra ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus ini. Awalnya, Adiputra membuka rekening atas nama seseorang yang diduga fiktif.

Rekening tersebut kemudian diisi secara bertahap. Kartu ATM dari rekening tersebut diserahkan kepada Tonny.

Melalui kartu ATM tersebut, Tonny dapat menggunakannya untuk berbagai keperluan ataupun mencairkannya.

Sementara itu, KPK masih mendalami uang senilai Rp 18,9 miliar dari 33 tas yang disita di kediaman Tonny.

Kompas TV Penyidik KPK masih mengembangkan perkara dugaan suap di Kementerian Perhubungan

Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
PenulisIhsanuddin
EditorSandro Gatra
Komentar

Close Ads X
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM