Ganjar Pranowo Penuhi Panggilan Bersaksi di Sidang Kasus E-KTP - Kompas.com

Ganjar Pranowo Penuhi Panggilan Bersaksi di Sidang Kasus E-KTP

Robertus Belarminus
Kompas.com - 13/10/2017, 10:15 WIB
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo bersaksi di Pengadilan Tipikor Jakarta, Kamis (30/3/2017).KOMPAS.com/ABBA GABRILLIN Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo bersaksi di Pengadilan Tipikor Jakarta, Kamis (30/3/2017).

JAKARTA, KOMPAS.com - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo memenuhi panggilan jaksa Komisi Pemberantasan Korupsi untuk bersaksi dalam persidangan kasus dugaan korupsi proyek e-KTP di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Jumat (13/10/2017).

Pantuan Kompas.com, Ganjar tiba di Pengadilan Tipikor Jakarta sekitar pukul 09.00 WIB.

Mengenakan batik cokelat, Ganjar langsung menuju ruang tunggu di Pengadilan Tipikor.

Sedianya, Ganjar bersaksi pada Senin (9/10/2017). Namun, saat itu ia tidak bisa hadir lantaran harus menghadiri acara Presiden Joko Widodo di Jateng.

"Jadi saya akan datang dan siap bantu, yang tidak benar kita bongkar," kata Ganjar, Jumat.

(baca: Disebut Tolak Uang E-KTP karena Jumlahya Sedikit, Ini Tanggapan Ganjar Pranowo)

Ganjar kembali membantah menerima aliran dana korupsi e-KTP seperti dalam dakwaan.

Soal apakah dirinya mengetahui adanya bagi-bagi uang terkait proyek e-KTP, Ganjar meminta awak media melihat pernyataannya saat bersaksi di persidangan sebelumnya.

"Enggak, kalau itu kamu tinggal baca hasil persidangan yang dulu saja," ujar Ganjar.

Dalam surat dakwaan jaksa KPK terhadap dua terdakwa, Irman dan Sugiharto, Ganjar disebut menerima suap sebesar 520.000 dollar AS dalam kasus korupsi e-KTP.

Penerimaan itu terjadi saat Ganjar masih menjadi pimpinan di Komisi II DPR RI.

(baca: Disebut Nazaruddin Terima 500 Ribu Dollar AS, Ini Komentar Ganjar)

Ganjar juga menjadi salah satu pimpinan Komisi II DPR yang ikut dalam pertemuan pada Mei 2010.

Pertemuan itu dilakukan sebelum dilakukan rapat dengar pendapat antara Kementerian Dalam Negeri dan Komisi II DPR.

Pertemuan itu dihadiri Irman, Sekretaris Jenderal Kemendagri Diah Anggraini dan Mendagri ketika itu Gamawan Fauzi.

Selain itu, beberapa anggota DPR seperti Chaeruman Harahap, Taufik Efendi, Teguh Djuwarno, Ignatius Mulyono, Mustoko Weni, dan Arief Wibowo.

Pertemuan juga dihadiri oleh Muhammad Nazaruddin termasuk Andi Narogong.

Dalam pertemuan itu, Mustoko Weni menyampaikan bahwa Andi Narogong akan menjadi pengusaha yang mengerjakan proyek e-KTP.

Mustoko juga menjamin Andi akan memberikan sejumlah fee kepada anggota DPR dan pejabat di Kemendagri.

Kompas TV Pengadilan Tipikor Jakarta kembali menggelar sidang dugaan korupsi KTP elektronik dengan terdakwa Andi Agustinus.

Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
PenulisRobertus Belarminus
EditorSandro Gatra
Komentar

Terkini Lainnya

Pengungsi Tinggal di Trotoar, Yasonna Akui Daya Tampung Rumah Detensi Terbatas

Pengungsi Tinggal di Trotoar, Yasonna Akui Daya Tampung Rumah Detensi Terbatas

Nasional
Kader Tewas Tertembak Oknum Brimob di Parkiran Diskotek, Gerindra Minta Polri Usut Tuntas

Kader Tewas Tertembak Oknum Brimob di Parkiran Diskotek, Gerindra Minta Polri Usut Tuntas

Nasional
Panji si Petualang Bakal Lepas Ban di Leher Buaya Sungai Palu

Panji si Petualang Bakal Lepas Ban di Leher Buaya Sungai Palu

Regional
'T-Rex' Berjalan Penarik Gerobak di Jogja, Buah Karya Remaja Lulusan SMK

"T-Rex" Berjalan Penarik Gerobak di Jogja, Buah Karya Remaja Lulusan SMK

Regional
Sandiaga: Trotoar untuk Pejalan Kaki, Bukan Tempat Tinggal

Sandiaga: Trotoar untuk Pejalan Kaki, Bukan Tempat Tinggal

Megapolitan
Disambar Petir, Seorang Nelayan Tewas di Aceh Utara

Disambar Petir, Seorang Nelayan Tewas di Aceh Utara

Regional
Sudah 50 Persen, Revitalisasi Taman Lapangan Banteng Rampung April 2018

Sudah 50 Persen, Revitalisasi Taman Lapangan Banteng Rampung April 2018

Megapolitan
Jika Terbukti Bersalah, Polri Akan Proses Hukum Anggota Brimob yang Tembak Kader Gerindra

Jika Terbukti Bersalah, Polri Akan Proses Hukum Anggota Brimob yang Tembak Kader Gerindra

Nasional
Mobil Terobos Jalur Busway Saat 'Car Free Day', Sopir Diduga Mabuk

Mobil Terobos Jalur Busway Saat "Car Free Day", Sopir Diduga Mabuk

Megapolitan
Cerita Berburu Paspor Kilat di Monas, Datang Pagi-pagi, Berdesakan hingga Tak Kebagian Kuota

Cerita Berburu Paspor Kilat di Monas, Datang Pagi-pagi, Berdesakan hingga Tak Kebagian Kuota

Megapolitan
Operasi Bulog Tak Mempan Turunkan Harga Beras Di Majene

Operasi Bulog Tak Mempan Turunkan Harga Beras Di Majene

Regional
Majikan Terjerat Kasus Hukum, Juwita Menggelandang di Jakarta

Majikan Terjerat Kasus Hukum, Juwita Menggelandang di Jakarta

Megapolitan
Sandiaga: DKI Juga Terima Ribuan 'Data Sampah'

Sandiaga: DKI Juga Terima Ribuan "Data Sampah"

Megapolitan
Tangkal Hoaks, Masyarakat Adat Gumantar Belajar Melek Media

Tangkal Hoaks, Masyarakat Adat Gumantar Belajar Melek Media

Regional
Kronologi Tewasnya Kader Gerindra yang Tertembak Anggota Brimob di Parkiran Diskotek

Kronologi Tewasnya Kader Gerindra yang Tertembak Anggota Brimob di Parkiran Diskotek

Regional

Close Ads X
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM