Pilkada Jatim 2018, Ketum Hanura Sebut Sudah Tentukan Dukungan - Kompas.com

Pilkada Jatim 2018, Ketum Hanura Sebut Sudah Tentukan Dukungan

Moh. Nadlir
Kompas.com - 12/10/2017, 21:30 WIB
Ketua Umum Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) Oesman Sapta Odang (kedua kiri) berbincang dengan Ketua KPU Arief Budiman (kedua kanan) seusai melakukan pertemuan terkait pendaftaran calon peserta Pemilu 2019 di Gedung KPU Pusat, Jakarta, Kamis (12/10). Pertemuan yang dilakukan secara tertutup dengan ketua KPU RI tersebut dilakukan untuk meninjau kelengkapan berkas Partai Hanura yang telah mendaftar sebagai calon peserta Pemilu 2019. ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga/pras/17ANTARA FOTO/RIVAN AWAL LINGGA Ketua Umum Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) Oesman Sapta Odang (kedua kiri) berbincang dengan Ketua KPU Arief Budiman (kedua kanan) seusai melakukan pertemuan terkait pendaftaran calon peserta Pemilu 2019 di Gedung KPU Pusat, Jakarta, Kamis (12/10). Pertemuan yang dilakukan secara tertutup dengan ketua KPU RI tersebut dilakukan untuk meninjau kelengkapan berkas Partai Hanura yang telah mendaftar sebagai calon peserta Pemilu 2019. ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga/pras/17

JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua Umum Partai Hanura Oesman Sapta Odang (OSO) mengaku bahwa partainya sudah menentukan calon gubernur yang akan didukung pada Pemilihan Kepala Daerah Jawa Timur 2018.

Namun, OSO enggan mengungkapkan siapa cagub didukung Partai Hanura.

"Jatim sudah," ujar OSO di gedung Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI, Jakarta, Kamis (12/10/2017).

Saat ditanya soal pujian Sekretaris Jenderal DPP Partai Hanura Sarifuddin Sudding terhadap Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa, OSO justru menjawab akan ikut dengan sikap anak buahnya tersebut.

"Kalau saya, apa yang diperintah Pak Sudding saya ikut. Kalau Pak Sudding bilang Khofifah, masa saya bilang lain? Masa Ketum dengan Sekjen beda-beda," kata dia.

Sudding sebelumnya belum menyatakan bahwa Partai Hanura belum memberikan dukungan secara resmi kepada Khofifah.

(Baca: Sekjen Hanura Puji Khofifah, Sinyal Dukungan pada Pilkada Jatim?)

Namun, lagi-lagi OSO justru menjawab bahwa Sudding punya kuasa untuk ikut menentukan siapa calon yang akan diusung Partai Hanura.

"Loh kalau Pak Suding kan turut meneken. Kalau dia (Sudding) bilang (Khofifah) iya, saya enggak berani bantah," ujar OSO.

Khofifah sebelumnya pernah mengikuti Pilkada Jawa Timur, bahkan hingga dua kali. Namun, dua kali pula Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muslimat NU itu kalah. Lalu apa tanggapan OSO?

"Kalah menang kan lain soal," tutur Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI tersebut.

Khofifah Indar Parawansa sebelumnya mengklaim sudah mendapatkan dukungan empat parpol untuk maju dalam pemilihan Gubernur Jawa Timur 2018.

Selain Partai Nasdem yang sudah secara terbuka menyampaikan dukungannya, Khofifah juga mengaku sudah mendapat dukungan dari Partai Demokrat, Partai Golkar, PPP dan Partai Hanura.

(Baca: Khofifah Klaim Didukung Demokrat, Golkar, PPP, dan Hanura)

Kompas TV Menteri Sosial, Khofifah Indar Parawansa, mengaku akan mengajukan pengunduran dirinya dari kabinet kerja Jokowi JK, setelah semua persiapan menuju pilkada 2018.

Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
PenulisMoh. Nadlir
EditorBayu Galih
Komentar

Close Ads X
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM