Popularitas Gatot Nurmantyo Diyakini Tak Meredup Setelah Pensiun - Kompas.com

Popularitas Gatot Nurmantyo Diyakini Tak Meredup Setelah Pensiun

Fabian Januarius Kuwado
Kompas.com - 12/10/2017, 20:39 WIB
Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo seusai memberikan materi pada acara Rapimnas Partsmai Hanura di Kuta, Bali, Jumat (4/8/2017).KOMPAS.com/Nabilla Tashandra Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo seusai memberikan materi pada acara Rapimnas Partsmai Hanura di Kuta, Bali, Jumat (4/8/2017).

JAKARTA, KOMPAS.com - Direktur Sabang-Merauke Circle, Syahganda Nainggolan, yakin popularitas Jenderal Gatot Nurmantyo tidak meredup usai pensiun sebagai Panglima TNI, seperti mantan Panglima TNI lain.

"Banyak prediksi nasib Gatot Nurmantyo akan sama dengan Moeldoko atau mantan Panglima TNI sebelumnya yang meredup ketika sudah tidak menjabat lagi. Analisis ini saya rasa bertepuk sebelah tangan," ujar Syahganda dalam acara diskusi di bilangan SCBD, Jakarta, Kamis (12/10/2017).

Syahganda melihat kemunculan sosok Gatot dalam pentas politik nasional sebagai tokoh alternatif dalam Pilpres 2019 semakin nyata. Hal ini berbeda dengan Panglima TNI pendahulunya.

Buktinya, sejumlah partai politik menilai positif terhadap sosok Gatot. Misalnya, dari Partai Nasdem, Partai Golkar, Partai Pembangunan Nasional (PPP), Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dan Partai Hanura.

"Di luar parpol, lembaga-lembaga survei juga sudah mulai menyebut bahwa nama Gatot sebagai calon pemimpin nasional dalam Pilpres 2019, terlepas dari kuantitas elektabilitasnya dalam survei," ujar mantan aktivis era '80-an ini.

(Baca juga: Menurut Nasdem, Panglima TNI Layak Jadi Politisi setelah Pensiun)

Diketahui, masa jabatan Jenderal Gatot Nurmantyo sebagai Panglima TNI bakal berakhir pada Maret 2018 mendatang atau sekitar enam bulan lagi. Lantas, apakah selepas pensiun Gatot akan terjun ke dunia politik?

"Saya sekarang ini berkonsentrasi melaksanakan tugas sebagai Panglima TNI, sudah," demikian jawaban Gatot dalam wawancara dengan Rosiana Silalahi di Kompas TV yang ditayangkan, Kamis (5/10/2017) malam.

Pada sisa masa jabatannya ini, Gatot mengaku sedang mempersiapkan kepemimpinan TNI setelahnya. Gatot ingin meskipun tongkat komando berpindah, namun TNI tetap solid seperti pada kepemimpinannya.

"Yang saya lakukan bagaimana tongkat estafet ini saya berikan kepada generasi penerus saya dengan kondisi solid, satu komando dari atas ke bawah, tegak lurus, antarmatra bersatu dan yang paling penting, TNI dengan rakyat selalu bersatu serta manunggal," ucap Gatot.

(Baca juga: Panglima TNI Gatot Nurmantyo: Buktikan bahwa Saya Berpolitik Praktis)

Kompas TV Jenderal Gatot kepada wartawan mengatakan akan menghabiskan waktunya dengan keluarga dan akan pikir-pikir jika diajak ikut partai politik.

PenulisFabian Januarius Kuwado
EditorBayu Galih
Komentar

Close Ads X
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM