Panglima TNI Menghindar Saat Ditanya soal Polemik Senjata - Kompas.com

Panglima TNI Menghindar Saat Ditanya soal Polemik Senjata

Robertus Belarminus
Kompas.com - 11/10/2017, 09:01 WIB
Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo usai menyaksikan acara malam award Festival Film Nusantara (FFN) di gedung teater Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta Pusat, Selasa (10/10/2017).Kompas.com/Robertus Belarminus Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo usai menyaksikan acara malam award Festival Film Nusantara (FFN) di gedung teater Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta Pusat, Selasa (10/10/2017).

JAKARTA, KOMPAS.com - Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo menghindari wartawan ketika ditanya seputar polemik pembelian senjata, seusai menghadiri Festival Film Nusantara (FFN) di Gedung Teater Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta Pusat, Selasa (10/10/2017) malam.

Ketika ditanya seputar acara, Gatot mau menjawabnya. Tak demikian halnya saat ditanya soal pembelian senjata oleh Polri yang kini disimpan di Gudang TNI. 

Saat ditanya soal ini, Gatot menyatakan hanya berbicara soal film yang terkait dengan FFN.

Ia kemudian pamit menyudahi wawancara.

"Tadi ada itu senjatanya, senjata panah," kata Gatot, sembali berkelakar.  

Baca: TNI: Senjata yang Dibeli Polri Punya Kecanggihan Luar Biasa

Ia kemudian meninggalkan lokasi acara.

Senjata mematikan

Sebanyak 280 pucuk senjata jenis Arsenal Stand Alone Grenade Launcher (SAGL) Kal 40 x 46 milimeter dan 5.932 butir peluru tiba di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Banten, Sabtu (30/9/2017).

Senjata milik Korps Brimob Polri tersebut tertahan di Gudang Kargo Unex. Pihak TNI mengamankan senjata yang dibeli oleh Polri, dengan alasan menegakkan aturan yang berlaku.

Ribuan amunisi dan senjata tersebut kini disimpan di gudang milik TNI.

Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Mayor Jenderal Wuryanto mengatakan, amunisi tajam yang dibeli Polri mempunyai radius mematikan 9 meter dan jarak capai 400 meter.

Baca: Hasil Pengecekan, Senjata Brimob di Bandara Soetta Sesuai Dokumen

Amunisi tersebut juga memiliki keistimewaan lain. Menurut Wuryanto, saat ditembakkan, amunisi tersebut akan dua kali meledak.

Ledakan kedua akan melontarkan pecahan tubuh granat berupa logam kecil yang melukai dan mematikan sasaran tembak.

Selain itu, jenis granat yang dibeli Polri juga bisa meledak sendiri tanpa benturan setelah 14-19 detik lepas dari laras.

"Ini luar biasa. TNI tidak punya senjata dengan kemampuan jenis itu," ujar Wuryanto dalam jumpa pers di Taman Ismail Marzuki, Jakarta Pusat, Selasa (10/10/2017).

Wuryanto mengatakan, pada Senin (9/10/2017) malam, ribuan amunisi sudah dipindahkan ke gudang Mabes TNI.

Sesuai katalog yang menyertai, ada sejumlah 5.932 amunisi dalam 71 koli disertai dengan katalog.

Wuryanto mengatakan, TNI hanya menegakan aturan yang berlaku. Mengenai penyimpanan oleh TNI, menurut Wuryanto, TNI hanya mengantisipasi potensi ancaman keamanan.

"Amunisi seperti ini ditujukan untuk menghancurkan perkubuan. TNI bertanggung jawab selama penyimpinan. Pasti aman, karena kami punya standar keamanan," kata Wuryanto.

Kompas TV Peluru Senjata Tajam Brimob Disimpan di Mabes TNI


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
PenulisRobertus Belarminus
EditorInggried Dwi Wedhaswary
Komentar

Close Ads X
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM