Berita Populer: Mega Transfer yang Menghebohkan dan FIFA yang Dibikin Pusing Messi, Ronaldo, dan Bale - Kompas.com

Berita Populer: Mega Transfer yang Menghebohkan dan FIFA yang Dibikin Pusing Messi, Ronaldo, dan Bale

Kompas.com - 10/10/2017, 07:04 WIB
Ilustrasithinkstockphotos/maxsattana Ilustrasi

PALMERAH, KOMPAS.com - Pembaca Kompas.com dari kemarin hingga hari ini, masih penasaran dengan pemberitaan di Kompas.com terkait mega transfer Rp 19 triliun yang melibatkan 81 WNI. Bagi Anda yang tak sempat mengikuti berita kemarin, untuk memastikan Anda ter-update,  jangan lewatkan untuk membaca 5 berita populer di bawah ini. 


1. Mega Transfer Rp 19 Triliun Libatkan 81 WNI, 62 di Antaranya Ikut Tax Amnesty

Dirjen Pajak Ken Dwijugiasteadi di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Selasa (1/3/2016)Yoga Sukmana Dirjen Pajak Ken Dwijugiasteadi di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Selasa (1/3/2016)
Direktorat Jenderal (Ditjen) Pajak mengungkapkan, kasus transfer Rp 19 triliun melalui Standard Chartered Plc (Stanchart) tidak melibatkan 1 nasabah, namun 81 nasabah warga negara Indonesia (WNI).

"Dari jumlah itu, 62 diantaranya ikut program pengampunan pajak atau tax amnesty," ujar Dirjen Pajak Ken Dwijugiasteadi dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (9/10/2017).

Ditjen Pajak tutur Ken, susah mengatahui adanya transfer senilai 1,4 miliar dollar yang diakukan oleh WNI sejak beberapa bulan lalu. Hal itu diketahui setelah adanya laporan dari PPATK.

Ken memastikan, 81 nasabah yang melakukan transfer dari Guernsey Inggris ke Singapura adalah wajib pajak pribadi bukan badan.

Baca selengkapnya di sini. 

 

2. Messi, Ronaldo, dan Bale Bikin FIFA Pusing

Ekspresi striker Argentina, Lionel Messi, setelah timnya ditahan imbang tanpa gol oleh Peru dalam pertandingan Kualifikasi Piala Dunia 2018 zona Amerika Selatan di Buenos Aires, 5 Oktober 2017.
Eitan ABRAMOVICH/AFP Ekspresi striker Argentina, Lionel Messi, setelah timnya ditahan imbang tanpa gol oleh Peru dalam pertandingan Kualifikasi Piala Dunia 2018 zona Amerika Selatan di Buenos Aires, 5 Oktober 2017.
Piala Dunia 2018 terancam akan kering tanpa para megabintang sepak bola. Lionel Messi, Cristiano Ronaldo dan Gareth Bale ada di antara para pemain bintang yang belum bisa memastikan kelolosan negaranya ke perhelatan sepak bola paling akbar tersebut.

Ketidakpastian nasib timnas Argentina, timnas Portugal dan timnas Wales membuat FIFA pusing kepala. Pasalnya, kerugian yang mereka dapat jika ketiga pemain tersebut gagal ke Piala Dunia 2018 ditaksir mencapai triliunan rupiah.

Seperti dilansir BolaSport.com dari Mirror.co.uk, para petinggi FIFA kini dibuat khawatir mengingat Piala Dunia 2018 justru akan diisi oleh negara-negara "kurang terkenal" seperti Iran, Kosta Rika, dan Arab Saudi. Ketakutan terbesar para bos FIFA adalah menurunnya rating dalam pertandingan-pertandingan Piala Dunia 2018.

Baca selengkapnya di sini. 

3. Karangan Bunga untuk Ahok-Djarot Kembali Berdatangan ke Balai Kota

Ada karangan bunga dari Uno Family untuk Ahok-Djarot di Balai Kota DKI, Jalan Medan Merdeka Selatan, Senin (9/10/2017). KOMPAS.com/JESSI CARINA Ada karangan bunga dari Uno Family untuk Ahok-Djarot di Balai Kota DKI, Jalan Medan Merdeka Selatan, Senin (9/10/2017).
Kiriman karangan bunga mulai berdatangan lagi di Balai Kota DKI Jakarta seiring dengan periode pemerintahan 2012-2017 yang akan segera berakhir. Pagi ini, Senin (9/10/2017), beberapa karangan bunga mulai dijajar di kompleks Balai Kota.

Isi karangan bunga itu adalah ucapan terima kasih kepada Basuki Tjahaja Purnama dan Djarot Saiful Hidayat.

"Pak Ahok & Pak Djarot terima kasih atas pelayanannya" isi pesan di karangan bunga yang dikirim oleh Haryanto Hidayat.

Baca selengkapnya di sini. 

4. Pimpinan KPK Persilakan Pengacara Novanto Lapor ke Polisi

Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan memberi keterangan pers mengenai perkembangan kasus-kasus KPK terkini di gedung KPK, Jakarta, Senin (9/10/2017). Sejumlah kasus yang berkaitan dengan KPK antara lain kelanjutan kasus operasi tangkap tangan terhadap Ketua Pengadilan Tinggi Manado serta mafia peradilan, jam tangan pemberian Marliem kepada Setya Novanto terkait kasus e-KTP, serta hak angket DPR.ANTARA FOTO/ROSA PANGGABEAN Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan memberi keterangan pers mengenai perkembangan kasus-kasus KPK terkini di gedung KPK, Jakarta, Senin (9/10/2017). Sejumlah kasus yang berkaitan dengan KPK antara lain kelanjutan kasus operasi tangkap tangan terhadap Ketua Pengadilan Tinggi Manado serta mafia peradilan, jam tangan pemberian Marliem kepada Setya Novanto terkait kasus e-KTP, serta hak angket DPR.
Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi Basaria Panjaitan menanggapi santai ancaman yang dilontarkan oleh pengacara Setya Novanto, Fredrich Yunadi.

Fredrich sebelumnya mengancam akan melaporkan pimpinan KPK ke polisi apabila lembaga antirasuah itu kembali menetapkan kliennya sebagai tersangka kasus korupsi proyek kartu tanda penduduk elektronik (e-KTP).

Basaria mengatakan, saat ini KPK masih melakukan sejumlah langkah untuk kembali menjerat Novanto. Ia pun mempersilakan pengacara Novanto melapor ke polisi apabila nantinya KPK kembali menetapkan Ketua Umum Partai Golkar itu sebagai tersangka.

Menurut Basaria, adalah hak setiap warga negara untuk menyampaikan laporan ke polisi.

Baca selengkapnya di sini. 

 

5. Kasus Dwi Hartanto, Haruskah Kita "Menguliti" dan "Membunuhnya"?

Profil Dwi Hartanto yang ditemukan di halaman web tudelft.nl.tudelft.nl Profil Dwi Hartanto yang ditemukan di halaman web tudelft.nl.
Sikap Dwi Hartanto, mahasiswa PhD Indonesia di TU Delft, Belanda, membuat dirinya sendiri terlempar dari puncak ketenaran ke lembah celaan.

Setelah kebohongan besarnya terbongkar, sikap Dwi menuai kecaman dan rasa prihatin baik dari kalangan ilmuwan maupun awam.

"Saya pikir cuma Setnov yang pandai bersandiwara, ternyata ada temannya," kata Kasetto Sugoi, salah satu pembaca Kompas.com dalam komentarnya.

Bahkan Made Menaka, juga pembaca, berkomentar, "Enggak usah pulang ke Indonesia. Bangsa Indonesia perlu orang jujur, bukan orang pintar berbahaya."

Dwi memang salah. Dia bukan satu-satunya orang non Eropa yang masuk ring satu Badan Antariksa Eropa (ESA). Saat ini, dia masih mahasiswa doktoral, masuk dalam grup Interactive Intelligent.

Baca selengkapnya di sini. 

Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
EditorAmir Sodikin
Komentar

Close Ads X
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM