Usulan Gatot Cawapres Jokowi Mengemuka di Mukernas PPP - Kompas.com

Usulan Gatot Cawapres Jokowi Mengemuka di Mukernas PPP

Nabilla Tashandra
Kompas.com - 10/10/2017, 00:02 WIB
Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo usai menghadiri upacara peringatan HUT ke-72 TNI, di Dermaga PT Indah Kiat, Cilegon, Banten, Kamis (5/10/2017).KOMPAS.com/Kristian Erdianto Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo usai menghadiri upacara peringatan HUT ke-72 TNI, di Dermaga PT Indah Kiat, Cilegon, Banten, Kamis (5/10/2017).

JAKARTA, KOMPAS.com - Sekretaris Jenderal Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Arsul Sani menyampaikan, usulan agar Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo menjadi calon wakil presiden pendamping Joko Widodo sempat mengemuka di internal partainya.

Salah satunya pada Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) PPP beberapa waktu lalu. Adapun Gatot turut hadir dalam acara tersebut sebagai pembicara.

"Kalau untuk pilpres memang pada saat Mukernas PPP bulan Juli di Ancol itu, ketika Gatot presentasi, banyak usulan sesaat atau aspirasi sesaat yang menginginkan agar Pak Gatot menjadi cawapres berdampingan dengan Pak Jokowi. Itu sempat memang mengemuka," kata Arsul di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (9/10/2017).

PPP sudah mendeklarasikan dukungannya untuk Jokowi pada pilpres 2019. Meski begitu, PPP enggan terburu-buru mengusulkan cawapres pendamping Jokowi. Termasuk kemungkinan untuk menyodorkan nama Gatot.

(Baca: Kata Fadli Zon, Tak Masalah jika Gatot Nurmantyo Maju Pilpres 2019)

Anggota Komisi III DPR itu menambahkan, selama ini Gatot diidentifikasi dekat dengan kelompok Islam dan religius nasionalis. Sedangkan Jokowi nasionalis-religius. Paduan keduanya dianggap cocok.

"Itu dianggap klop, gitu. Belum sipil militer dan sebagainya," kata dia.

Untuk tingkat pengurus partai sendiri, Arsul mengakui tak ada resistensi atau cenderung tak ada yang keberatan dengan nama Gatot. Namun, pemilihan cawapres menurutnya kembali pada Jokowi.

"Tapi tentu berpulang kepada Pak Jokowi lah nanti " ucapnya.

Direktur Eksekutif Saiful Mujani Research & Consulting (SMRC) Djayadi Hanan mengatakan, nama Gatot Nurmantyo masuk dalam jajaran tokoh yang disurvei SMRC untuk mengetahui tingkat elektabilitas calon yang dianggap berpotensi maju pada Pilpres 2019.

(Baca: Setelah Pensiun, Terjun ke Politik? Ini Jawaban Gatot Nurmantyo)

Hasil survei menunjukkan, tingkat elektabilitas Gatot masih rendah jika dibandingkan nama-nama lainnya.

"Gatot Nurmantyo masih rendah, masih di bawah 1 persen (0,3 persen). Itu top of mind, dukungan solid yang agak sulit diubah," kata Djayadi, di Kantor SMRC, Jakarta, Kamis (5/10/2017).

Menurut Djayadi, nama Gatot ikut disurvei karena belakangan ini menjadi perhatian publik.

"Nama Gatot selalu masuk survei wajar. Karena nama dia sering disebut, beredar di masyarakat. Cuma ya elektabilitasnya dia masih belum kompetitif. Jadi masih rendah sekali elektabilitasnya," kata dia.

Kompas TV Panglima TNI berpesan agar masyarakat tidak mudah terpengaruh provokasi berkedok agama.

PenulisNabilla Tashandra
EditorSabrina Asril
Komentar

Close Ads X
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM