Fadli Zon: Kalau Prabowo Banyak Komentar Nanti Dianggap Menghalangi Jokowi - Kompas.com

Fadli Zon: Kalau Prabowo Banyak Komentar Nanti Dianggap Menghalangi Jokowi

Rakhmat Nur Hakim
Kompas.com - 09/10/2017, 14:08 WIB
Ketua Umum sekaligus Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Prabowo Subianto (kanan) menyampaikan orasi dalam Aksi Bela Rohingya 169 di Monumen Patung Kuda, Jakarta, Sabtu (16/9/2017). Aksi dari Crisis Center for Rohingya PKS bersama ormas-ormas Islam tersebut menyuarakan dihentikannya kekerasan dan dikembalikannya hak kewarganegaraan etnis Rohingya./ANTARA FOTO/PUSPA PERWITASARI Ketua Umum sekaligus Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Prabowo Subianto (kanan) menyampaikan orasi dalam Aksi Bela Rohingya 169 di Monumen Patung Kuda, Jakarta, Sabtu (16/9/2017). Aksi dari Crisis Center for Rohingya PKS bersama ormas-ormas Islam tersebut menyuarakan dihentikannya kekerasan dan dikembalikannya hak kewarganegaraan etnis Rohingya.

JAKARTA, KOMPAS.com - Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon menyatakan Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto sengaja tak banyak mengomentari pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla selama tiga tahun ini.

Ia beralasan, Prabowo sengaja memberikan kesempatan kepada Presiden Jokowi untuk membuktikan diri melalui berbagai program kerjanya.

"Kalau (Pak Prabowo) terlalu banyak berkomentar nanti dianggap menghalangi. Selama tiga tahun ini relatif Pak Prabowo tidak melakukan satu counter campaign karena memberikan kesempatan pada pemerintah untuk bekerja," kata Fadli di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (9/10/2017).

(baca: Meski Kalah di Survei, Gerindra Yakin Prabowo Akan Ungguli Jokowi di Pemilu 2019)

Namun, kata Fadli, meski tak banyak mendapat kritik dari Prabowo, ia menilai pemerintahan Jokowi tetap gagal dalam menyejahterakan masyarakat.

Menurut dia, hal itu terlihat dari kenaikan harga kebutuhan pokok dan menurunnya daya beli masyarakat.

Fadli mengatakan, Gerindra tak khawatir dengan elektabilitas Prabowo yang berada di bawah Jokowi.

Ia menilai wajar hal tersebut karena Jokowi memiliki banyak kesempatan mempromosikan diri dengan menjual program kerjanya semasa memerintah.

(baca: Prabowo: Saya Kapok dengan Elite di Jakarta)

Sedangkan Prabowo sama sekali belum melakukan kunjungan ke daerah-daerah seperti yang dilakukan Jokowi.

"Bagi kami di Gerindra yang akan kami ajukan dan dukung adalah Pak prabowo. Pak Prabowo saya rasa elektabilitasnya tetap tinggi. Meskipun sampai sekarang beliau belum kelihatan kampanye berkelililing karena Pak Prabowo ini tidak ingin mengganggu pemerintahan," lanjut dia.

Sebelumnya berdasarkan survei Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC), Prabowo berada di urutan kedua dengan elektabilitas sebesar 12 persen.

Sementara itu, Jokowi mengunggulinya dengan elektabilitas 38,9 persen.

PenulisRakhmat Nur Hakim
EditorSandro Gatra
Komentar

Close Ads X
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM