Baru Haji Bersama, Politisi Golkar Ini Kaget Aditya Moha Ditangkap KPK - Kompas.com

Baru Haji Bersama, Politisi Golkar Ini Kaget Aditya Moha Ditangkap KPK

Nabilla Tashandra
Kompas.com - 07/10/2017, 22:21 WIB
Politisi Partai Golkar Aditya Anugrah Mohadpr.go.id Politisi Partai Golkar Aditya Anugrah Moha

JAKARTA, KOMPAS.com - Politisi Partai Golkar, Bobby Adhityo Rizaldi mengaku kaget rekan satu partainya, Aditya Anugrah Moha ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Sebab, keduanya baru saja pergi beribadah haji bersama. Info itu diketahui Bobby lewat grup WhatsApp.

"Aduh saya ini benar kalau kiranya itu benar, kemarin baru naik haji sama-sama kita," kata Bobby seusai acara diskusi di Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (7/10/2017).

Bobby menyesalkan hal tersebut. Sebab, dalam beberapa waktu terakhir sudah banyak kader Partai Golkar yang ditangkap KPK.

Utamanya, kata Bobby, adalah kader-kader muda Golkar. Adapun Aditya dapat dikatakan mulai berkecimpung di dunia politik sejak muda. Meski masih terbilang muda, Aditya sudah dua periode duduk sebagai anggota DPR RI.

Bobby berharap, ke depannya tak ada lagi kader Golkar yang ditangkap KPK karena partai akan segera menghadapi tahun politik.

Menurutnya, banyaknya kader yang tersangkut kasus korupsi berdampak pada elektoral partai.

"Semoga ini tidak terulang lagi karena memang di tahun politik seperti ini kerja partai untuk meningkatkan elektabilitas memang sangat berpengaruh terhadap hal-hal yang sifatnya seperti tadi OTT," ucap anggota Komisi I DPR itu.

Baca juga: Aditya Moha, Kader Muda Golkar yang Terjerumus Dugaan Suap Hakim

KPK menetapkan dua orang tersangka dalam operasi tangkap tangan (OTT) di Jakarta pada Jumat (6/10/2017) malam.

Dua orang tersangka itu adalah anggota Komisi XI DPR RI periode 2014-2019 dari Fraksi Partai Golkar, Aditya Anugrah Moha dan Ketua Pengadilan Tinggi Manado Sudiwardono.

Aditya Moha ditetapkan sebagai tersangka karena diduga sebagai pemberi suap. Sedangkan Sudiwardono diduga sebagai penerima suap.

"Pemberian uang terkait perkara banding dengan terdakwa Marlina Mona Siahaan, Bupati Bolaang Mongondow 2001-2006 dan 2006-2011, untuk mempengaruhi penahan dan agar tidak ada penahanan," kata Wakil Ketua KPK Laode Muhammad Syarif saat konferensi pers di gedung KPK, Jakarta, Sabtu (7/10/2017).

Baca juga: Kronologi OTT Politisi Golkar dan Ketua Pengadilan Tinggi Manado

Kompas TV Sudiwardono pernah menjabat Ketua PN Gresik tahun 2007 dan Wakil Ketua PT Mataram hingga 2014.

Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
PenulisNabilla Tashandra
EditorFarid Assifa
Komentar

Close Ads X
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM