Wiranto: PKI Masih Dilarang, Sekarang yang Didemo Apalagi Sebenarnya? - Kompas.com

Wiranto: PKI Masih Dilarang, Sekarang yang Didemo Apalagi Sebenarnya?

Kristian Erdianto
Kompas.com - 29/09/2017, 12:49 WIB
Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan Wiranto usai pertemuan dengan Badan Eksekutif Mahasiwa (BEM) se-jabodetabek, di Kemenko Polhukam, Jakarta Pusat, Jumat (29/9/2017). KOMPAS.com/Kristian Erdianto Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan Wiranto usai pertemuan dengan Badan Eksekutif Mahasiwa (BEM) se-jabodetabek, di Kemenko Polhukam, Jakarta Pusat, Jumat (29/9/2017).

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto angkat bicara terkait aksi unjuk rasa "299" yang digelar pada Jumat (29/9/2017).

Aksi tersebut digelar untuk menolak penerbitan Perppu Nomor 2 Tahun 2017 tentang Organisasi Kemasyarakatan (Perppu Ormas) dan isu kebangkitan Partai Komunis Indonesia (PKI).

Wiranto mengaku bingung dengan adanya aksi unjuk rasa menolak PKI. Pasalnya, pemerintah secara jelas melarang ideologi komunisme dan ideologi radikal lainnya yang bertentangan dengan Pancasila.

"Kan PKI sudah dilarang memang. Ketetapan MPR kita masih melarang organisasi yang berafiliasi pada paham komunisme, marxisme, dan leninisme," ujar Wiranto usai pertemuan dengan Badan Eksekutif Mahasiwa (BEM) se-jabodetabek, di Kemenko Polhukam, Jakarta Pusat, Jumat (29/9/2017).

(Baca: PBNU Tegaskan Tak Ikut Aksi 299)

"Bahkan dalam perppu Ormas, kita tambah dengan ideologi radikal lainnya yang bertentangan dengan Pancasila," ucapnya.

Wiranto menilai aksi unjuk rasa 299 tidak perlu dilakukan sebab pemerintah dengan tegas melarang seluruh ideologi yang bersifat radikal.

Sementara terkait ketidaksetujuan masyarakat terhadap Perppu Ormas, seharusnya bisa disalurkan melalui mekanisme judicial review di Mahkamah Konstitusi.

"Artinya ekstrem kanan dan kiri yang mengganggu ideologi Pancasila sudah kita larang. Pemerintah sudah melarang, sekarang yang didemo apalagi sebenarnya. Saya tanya ke tokoh-tokohnya, yang didemo apalagi," kata Wiranto.

(Baca: Kapolri Larang Anggotanya Bawa Senpi Saat Kawal Aksi 299)

"Apalagi mendemo perppu ormas. Kan ada prosesnya. Kalau tidak setuju bisa di-judicial review lewat MK. Kan kita tunggu saja. Didemo juga tidak ada pengaruhnya. Justru membuat mencekam," tutur Mantan Panglima ABRI itu.

Selain itu, Wiranto berharap masyarakat tidak mudah bereaksi dengan isu-isu yang tidak jelas, seperti mengenai kebangkitan PKI. Masyarakat juga diminta tidak membuat aksi unjuk rasa yang merusak, menimbulkan situasi mencekam dan kerusuhan.

"Kita harus berpikir jernih agar tidak diombang-ambing karena sesuatu yang tidak jelas. Demo ini membuat teman-teman pengusaha pada tanya ke saya. Ini bagaimana pak? Gawat atau enggak? Kita perlu ke luar negeri enggak," ujarnya.

Kompas TV Dituduh PKI, PSI Lapor Sejumlah Medsos ke Bareskrim Polri

PenulisKristian Erdianto
EditorSabrina Asril
Komentar

Terkini Lainnya

PSI Minta MK Segera Putuskan Uji Materi Verifikasi Parpol Peserta Pemilu

PSI Minta MK Segera Putuskan Uji Materi Verifikasi Parpol Peserta Pemilu

Nasional
7 Tahun Digerogoti Tumor Ganas, Janda Tua Ini Tak Pernah Berobat karena Miskin

7 Tahun Digerogoti Tumor Ganas, Janda Tua Ini Tak Pernah Berobat karena Miskin

Regional
Anies Kembali Sambangi Jatipadang, Pantau Perbaikan Tanggul Jebol

Anies Kembali Sambangi Jatipadang, Pantau Perbaikan Tanggul Jebol

Megapolitan
18 Orang Terluka Akibat Gempa Berkekuatan 6,2 SR di iran

18 Orang Terluka Akibat Gempa Berkekuatan 6,2 SR di iran

Internasional
Para Pejabat Serahkan LHKPN, Jateng Dapat Penghargaan dari KPK

Para Pejabat Serahkan LHKPN, Jateng Dapat Penghargaan dari KPK

Regional
Digelar Bersamaan dengan Sidang Pokok Perkara, Praperadilan Novanto Akan Digugurkan?

Digelar Bersamaan dengan Sidang Pokok Perkara, Praperadilan Novanto Akan Digugurkan?

Nasional
Terima Suap, Kasat Reskrim Polres Manggarai Dimutasi

Terima Suap, Kasat Reskrim Polres Manggarai Dimutasi

Regional
Berita Terpopuler: Kisah Tentara AS Membelot ke Korut, hingga Pelaku Teror New York

Berita Terpopuler: Kisah Tentara AS Membelot ke Korut, hingga Pelaku Teror New York

Internasional
17 Desember, PDI-P Umumkan Lima Pasang Bakal Calon Peserta Pilkada

17 Desember, PDI-P Umumkan Lima Pasang Bakal Calon Peserta Pilkada

Nasional
Usai Dakwaan Novanto Dibacakan, Golkar Akan Rapat Pleno Bahas Munaslub

Usai Dakwaan Novanto Dibacakan, Golkar Akan Rapat Pleno Bahas Munaslub

Nasional
Guru Kekinian Didorong Tingkatkan Profesionalitas

Guru Kekinian Didorong Tingkatkan Profesionalitas

Edukasi
Prabowo Akan Deklarasikan Cagub Jateng, Gerindra Dukung Sudirman Said?

Prabowo Akan Deklarasikan Cagub Jateng, Gerindra Dukung Sudirman Said?

Nasional
Chen Long Putuskan Mundur dari Superseries Finals 2017

Chen Long Putuskan Mundur dari Superseries Finals 2017

Olahraga
Berita Populer: Motor Penantang Busway hingga Gaya Unik Saksi Ahli KPK

Berita Populer: Motor Penantang Busway hingga Gaya Unik Saksi Ahli KPK

Nasional
Samani dan Suwardi, Tukang Semir di Balai Kota yang Ingin Menyemir Sepatu Sandiaga...

Samani dan Suwardi, Tukang Semir di Balai Kota yang Ingin Menyemir Sepatu Sandiaga...

Megapolitan

Close Ads X
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM