Gubernur Bali Nilai Kondisi Gunung Agung Tak Seseram yang Diberitakan - Kompas.com

Gubernur Bali Nilai Kondisi Gunung Agung Tak Seseram yang Diberitakan

Fabian Januarius Kuwado
Kompas.com - 28/09/2017, 20:16 WIB
Pesawat terbang melintasi Gunung Agung Bali, beberapa waktu lalu. AirNav melakukan antisipasi terkait naiknya status gunung ini menjadi awas.KOMPAS.com/BAMBANG P. JATMIKO Pesawat terbang melintasi Gunung Agung Bali, beberapa waktu lalu. AirNav melakukan antisipasi terkait naiknya status gunung ini menjadi awas.

JAKARTA, KOMPAS.com - Gubernur Bali I Made Mangku Pastika meminta publik tidak mempersepsikan meningkatnya aktivitas Gunung Agung sebagai sesuatu hal yang dahsyat dan mematikan.

Persepsi tersebut, menurut Made, dapat mengganggu sektor pariwisata serta kehidupan masyarakat Bali.

"Jangan dipikir ini dahsyat betul sehingga menjadi semacam ancaman bagi pariwisata dan kehidupan masyarakat Bali," ujar Made di Kompleks Istana Presiden, Jakarta, Kamis (28/9/2017).

"Kadang di berita itu gede-gede banget, seram-seram banget. Menurut saya sih enggak seseram itu," kata dia.

(Baca juga: BNPB: Sirine Peringatan Dini di Gunung Agung Bukan Pendeteksi Letusan)

Ia mengatakan, berdasarkan letak geografisnya, Gunung Agung berada cukup jauh dari kepadatan populasi penduduk Bali.

Dari 78 desa yang berada di Kabupaten Karangasem, hanya 14 desa yang terdampak langsung sejauh ini. Artinya, masih ada 64 desa yang dinyatakan sebagai zona aman untuk penduduk dan wisatawan.

Selain itu, jika Gunung Agung meletus, dampaknya diperkirakan hanya sejauh 12 kilometer dari gunung. Hanya dampak dari debu vulkanik yang kemungkinan lebih dari 12 kilometer.

Sejauh ini, Made bersyukur bahwa sektor pariwisata tidak terganggu akibat meningkatnya aktivitas Gunung Agung.

"Pariwisata masih penuh (wisatawan). Pesawat penuh, hotel juga tetap penuh. Saya kira mereka melihat apa yang terjadi di Bali. Hanya saja yang saya anjurkan, jangan mendekati tempat berbahaya. Itu saja," ujar Made.

Kompas TV Aktivitas Vulkanik Gunung Agung Terus Meningkat

Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
PenulisFabian Januarius Kuwado
EditorBayu Galih
Komentar

Close Ads X
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM