Ketua Komisi III Sebut Masalah di KPK Terjadi karena Tidak Taat Azas - Kompas.com

Ketua Komisi III Sebut Masalah di KPK Terjadi karena Tidak Taat Azas

Rakhmat Nur Hakim
Kompas.com - 14/09/2017, 22:33 WIB
Ketua Komisi III DPR Bambang Soesatyo di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (13/9/2017)Rakhmat Nur Hakim/Kompas.com Ketua Komisi III DPR Bambang Soesatyo di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (13/9/2017)

JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua Komisi III DPR Bambang Soesatyo menilai berbagai persoalan di Komisi Pemberantasan Korupsi( KPK) berupa konflik internal karena tidak taat azas.

Menurut dia, fakta tentang subordinasi itu sudah diakui internal KPK. Karena itu, ia meminta lembaga antirasuah itu berbenah diri.

"Proses pembusukan di tubuh KPK menjadi akut karena pelanggaran mekanisme kerja dan pelanggaran etika yang dilakukan mendapat toleransi," kata Bamsoet sapaannya melalui keterangan tertulis, Kamis (14/9/2017).

Ia menambahkan rangkaian pelanggaran itu sudah cukup tergambarkan dari cerita tentang adanya "klik" penyidik di KPK dan resistensi kepada Direktur Penyidikan.

 

(Baca: Usai Datangi Pansus, Direktur Penyidikan KPK Langsung Disidang)

Bamsoet menilai temuan Pansus Angket juga mengindikasikan adanya pengingkaran terhadap azas organisasi di KPK.

Ia menduga hal itu sudah berlangsung sejak rezim kepemimpinan KPK terdahulu. Kata Bamsoet, kelemahan itu terlihat pada kelemahan pendokumentasian barang-barang sitaan KPK.

"Ketika organisasi menjadi karut marut karena perilaku tidak taat azas sejumlah oknum, pimpinan organisasi seharusnya menggunakan power atau kuasa kewenangan yang diberikan undang-undang kepadanya untuk membenahi organisasi itu," tutur politisi Golkar itu.

Ia menganggap selama ini ada indikasi bahwa pimpinan tidak menggunakan kuasa kewenangan mereka untuk mendorong bawahan agar taat azas.

 

(Baca: Direktur Penyidikan KPK: Ada Hak Privasi Saya yang Dilanggar)

Bamsoet menambahkan, Pansus Hak Angket DPR ingin mengurai disfungsionalitas tatanan organisasi KPK akibat persoalan dari dalam. Tujuannya, agar target perang melawan korupsi bisa dicapai.

Ia berharap semua unsur atau satuan kerja di KPK menaati azas demi terjaganya soliditas struktur organisasi. 

"Taat azas adalah urat nadi sebuah organisasi KPK. Taat azas mengharuskan semua jajaran, termasuk pimpinan satuan kerja, punya kesadaran akan pentingnya batasan wewenang dan tanggung jawab," lanjut dia.

Kompas TV Kewenangan Penyadapan KPK Kembali Dipertanyakan

PenulisRakhmat Nur Hakim
EditorSabrina Asril
Komentar

Close Ads X
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM