Mengapa Relasi Anggota DPR dan Konstituen Rendah? - Kompas.com

Mengapa Relasi Anggota DPR dan Konstituen Rendah?

Nabilla Tashandra
Kompas.com - 13/09/2017, 16:20 WIB
Peneliti Senior Para Syndicate, Toto Sugiarto di Kantor Para Syndicate, Kebayoran Baru, Jakarta, Jumat (3/6/2016)KOMPAS.com/Nabilla Tashandra Peneliti Senior Para Syndicate, Toto Sugiarto di Kantor Para Syndicate, Kebayoran Baru, Jakarta, Jumat (3/6/2016)

JAKARTA, KOMPAS.com – Sejumlah hal dinilai menjadi faktor yang membuat relasi anggota Dewan dan konstituennya rendah.

Peneliti Senior Para Syndicate, Toto Sugiarto menyebutkan, salah satunya karena mekanisme partai di mana elite partai di pusat menentukan penempatan kader yang tidak sesuai dengan asal daerah yang diwakili.

“Seringkali seseorang suku A mewakili daerah X, Y, Z yang sebenernya tidak berhak mewakili daerah itu karena dia bukan orang situ,” ujar Toto saat dihubungi, Rabu (13/9/2017).

Kecenderungan tersebut, menurut Toto, menjadi salah satu penyebab relasi rakyat dengan wakilnya menjadi jauh. Dukungan rakyat menjadi hanya sebatas suara.

“Naik, kemudian ditinggalkan,” kata Toto.

Baca: CSIS: Relasi Anggota DPR dengan Konstituennya Masih Rendah

Dampaknya, kebijakan yang diperjuangkan wakil daerah tersebut lebih pada kepentingan elite pusat, bukan pro-rakyat atau pro-daerah.

Hal ini membuat konstituen merasa tidak dekat dengan wakilnya dan mengakibatkan rendahnya angka relasi keduanya.

Menurut Toto, partai harus memperbaiki mekanisme internalnya, terkait penempatan calon pada pemilu.  

Selain masih banyaknya anggota Dewan yang merupakan “titipan” elite, ada pula pandangan bahwa kedekatan dengan konstituen atau rakyat justru bisa membuat seorang anggota Dewan tak terpilih lagi pada periode berikutnya.

Hal itu mengakibatkan relasi antara anggota Dewan dan konstituennya hanya relasi formal.

“Ada pandangan, kalau terlalu dekat dengan rakyat, rakyat akan melihat kekurangan Anda dan Anda tidak akan dipilih periode berikutnya,” kata dia.

Faktor lainnya, pendidikan politik masyarakat masih kurang. Hal itu menyebabkan banyak yang belum sadar akan peran wakil rakyat di parlemen.

Toto juga menyarankan agar mekanisme dalam penyelenggaraan pemilu diperhatikan. Menurut dia, seharusnya pemilu bisa menjadi filter kapasitas dan integritas wakil rakyat.

“Itu juga jadi salah satu penyebab berjaraknya wakil rakyat dengan rakyatnya. Mereka tidak punya kapasitas dan integritas untuk memperjuangkan kepentingan rakyatnya,” kata dia.

Survei nasional yang dilakukan Centre for Strategic and International Studies ( CSIS) medio 23-30 Agustus 2017 menunjukkan bahwa relasi antara anggota DPR dengan konstituennya masih rendah.

Berdasarkan survei itu, tercatat bahwa masyarakat yang menyampaikan pendapat secara langsung melalui anggota DPR hanya sebesar 5,4 persen. 

Sementara, yang mengaku tidak pernah sebanyak 94,6 persen. 

Kompas TV Dewan Perwakilan Rakyat hari ini memperingati hari ulang tahun ke-72.

PenulisNabilla Tashandra
EditorInggried Dwi Wedhaswary
Komentar

Close Ads X
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM