Parpol Banyak Kepentingan, Jokowi Dinilai Lebih Andalkan Relawan untuk Pilpres 2019 - Kompas.com

Parpol Banyak Kepentingan, Jokowi Dinilai Lebih Andalkan Relawan untuk Pilpres 2019

Ihsanuddin
Kompas.com - 07/09/2017, 14:39 WIB
Presiden Joko Widodo menyampaikan arahan saat membuka Rapat Kerja Nasional (Rakernas) III Organisasi Kemasyarakatan Projo, di Jakarta, Senin (4/9/2017). Presiden meminta relawan Projo tidak melakukan tindakan memecah belah bangsa menjelang tahun politik. ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari/kye/17ANTARA FOTO/PUSPA PERWITASARI Presiden Joko Widodo menyampaikan arahan saat membuka Rapat Kerja Nasional (Rakernas) III Organisasi Kemasyarakatan Projo, di Jakarta, Senin (4/9/2017). Presiden meminta relawan Projo tidak melakukan tindakan memecah belah bangsa menjelang tahun politik. ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari/kye/17

JAKARTA, KOMPAS.com - Pengamat komunikasi politik Emrus Sihombing menilai Presiden Joko Widodo lebih mengandalkan kelompok relawan dibanding partai politik untuk menghadapi pemilu presiden 2019 mendatang.

Menurut Emrus, hal ini bisa dilihat dari gaya komunikasi Presiden Joko Widodo saat hadir di acara rapat kerja nasional III relawan Pro Jokowi (Projo).

Dalam acara tersebut, Jokowi berbicara soal pilpres 2019 yang semakin dekat dan tugas relawan untuk kampanye.

Ia juga meminta relawan membantu mensosialisasikan program pemerintah.

 

(baca: Jokowi: Biar Projo yang Kampanye, Jangan Menteri)

Sementara saat hadir pada acara parpol pendukungnya, Jokowi hanya menyinggung soal kinerja pemerintah dan tidak pernah bicara mengenai pilpres 2019.

Emrus menilai, hal ini tidak terlepas dari banyaknya kepentingan yang ada di parpol.

"Terus terang ya, kalau parpol ini, tidak terlepas dari kepentingan politik. Anda sudah tahu lah. No free lunch. Politik itu bicara, tidak ada makan siang yang gratis. Tapi kalau relawan panggilan. Beda ya," kata Emrus di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (7/9/2017).

"Sebagai panggilan, dia akan mempertaruhkan apapun yang dia miliki. Kalau politik, cost and reward, untung rugi. Lu dapat apa gua dapat apa," tambah Direktur Emrus Corner ini.

(baca: Jokowi: Jangan Sampai Ada yang Klaim Program Pemerintah, Repot Nanti)

Emrus sendiri menilai, parpol yang ada saat ini belum tentu akan mendukung Jokowi di pemilu 2019 mendatang.

Sebab, saat ini saja parpol pendukung sudah tidak solid mendukung pemerintah dalam isu-isu tertentu.

Ia memprediksi, hanya PDI-P, Nasdem dan Hanura yang masih akan setia mendukung Jokowi selama dua periode.

(baca:Bagi PDI-P, Kehadiran Jokowi di Rakernas Projo Bentuk Silaturahim)

Sementara parpol pendukung lainnya, yakni Golkar, PPP, PKB, dan PAN masih bisa bermanuver sesuai kondisi politik.

"Jadi saya lihat relawan yang lebih proaktif. Mereka masih konsisten melakukan tindakan, perilaku, yang sifatnya mem-back up pemerintah. Kesoliditasan relawan lebih terjaga sampai sekarang," ucap Emrus.

Kompas TV PDI-P Ingin Beri Dukungan Efektif untuk Presiden

Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
PenulisIhsanuddin
EditorSandro Gatra
Komentar

Close Ads X
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM