Apresiasi untuk Prestasi Bandara Juanda, Sultan Iskandar Muda, dan Adisutjipto - Kompas.com

Apresiasi untuk Prestasi Bandara Juanda, Sultan Iskandar Muda, dan Adisutjipto

Chappy Hakim
Kompas.com - 18/08/2017, 14:35 WIB
Aktivitas calon penumpang melakukan pendaftaran keberangkatan di Terminal 2 Bandara Juanda, Sidoarjo, Jawa Timur, beberapa waktu lalu.KOMPAS / IWAN SETIYAWAN Aktivitas calon penumpang melakukan pendaftaran keberangkatan di Terminal 2 Bandara Juanda, Sidoarjo, Jawa Timur, beberapa waktu lalu.

DI tengah begitu banyak persoalan serius yang dihadapi dunia penerbangan kita belakangan ini, terutama yang berkaitan langsung dengan aspek keselamatan terbang atau aviation safety, ternyata ada beberapa prestasi yang berhasil diraih oleh  bandara yang bernaung dibawah pengelolaan PT Angkasa Pura 1 dan 2.  

Sejumlah bandara di Indonesia belakangan mendapat sorotan serius terkait kondisi "over capacity" akibat petumbuhan penumpang yang sangat pesat 10-15 tahun terakhir.  

Kerja keras dari pihak pengelola bandara, walaupun berhadapan dengan tantangan yang tidak ringan, patut diberi apresiasi.

Bandara TNI Angkatan Laut Juanda yang kini berstatus Internasional dan digunakan bagi penerbangan sipil komersial  di Surabaya ternyata berhasil terpilih sebagai bandara paling tepat waktu di dunia pada tahun 2016.

Penilaian itu didasarkan pada riset lembaga analis perjalanan udara asal Inggris, OAG, yang diumumkan pada bulan Januari 2017 yang baru lalu.  

Bandara Juanda memang sudah masuk dalam kategori bandara besar yang menampung hingga 10 sampai dengan 20 juta penumpang setiap tahun.

Bandara Internasional Juanda memperoleh nilai rata-rata 90,30 persen on-time performance (OTP) nya.

Angka ini adalah pencapaian yang  mengungguli beberapa bandara kelas dunia, antara lain Honolulu (OTP 87,53 persen), Salt Lake City di AS (OTP 87,2 persen),  Bandara Brasilia di Brazil (OTP 87,07 persen), dan Brisbane di Australia (OTP 86,71 persen).  

Peringkat OAG Punctuality League ini adalah hasil analisis dari sekitar 54 juta catatan penerbangan selama setahun penuh di 2016.

Hal itu dilakukan untuk menunjukkan kinerja bandara dan maskapai penerbangan terbaik yang dibagi ke dalam beberapa kategori  yaitu bandara kecil, bandara menengah,  besar, dan utama.  

OAG mendefinisikan on-time performance (OTP) sebagai penerbangan yang datang atau berangkat dalam jangka waktu 15 menit dari jadwal perencanaan waktu kedatangan  dan atau keberangkatan.

Sultan Iskandar Muda dan Adisutjipto

Prestasi lainnya adalah Bandara Sultan Iskandar Muda di Aceh yang dinobatkan sebagai pemenang kategori World's Best Airport for Halal Travellers dalam World Halal Tourism Awards 2016

Masalah yang berhubungan dengan "halal travellers" merupakan faktor yang sangat penting bagi Indonesia sebagai negara yang berpenduduk muslim terbesar di dunia.  

Kenyamanan bagi para penumpang muslim dalam menikmati penerbangan akan sangat terganggu bila mereka tidak memperoleh kepercayaan yang penuh termasuk dalam hal fasilitas makanan halal yang akan dinikmatinya sepanjang perjalanan.

Sepuluh peserta pemenang Quiz on Article dan Photo Competition dari kompetisi Take Me Anywhere 2 tiba di Bandara Adisutjipto Yogyakarta, Jumat (14/10/2016). KOMPAS.COM/SRI ANINDIATI NURSASTRI Sepuluh peserta pemenang Quiz on Article dan Photo Competition dari kompetisi Take Me Anywhere 2 tiba di Bandara Adisutjipto Yogyakarta, Jumat (14/10/2016).
Sementara itu, Bandara Internasional Adisutjipto di Daerah Istimewa Yogyakarta telah berhasil pula meraih sertifikat ISO 9001-2008.

Prestasi yang diperoleh ini tentu saja merupakan hasil dari kerja keras dan komitmen para pengelola bandara yang berada dibawah naungan PT Angkasa Pura.  

Harapan ke depan tentu saja seluruh pengelola bandara terutama yang bernaung dibawah manajemen AP 1 dan AP 2 dapat terus konsisten dalam meningkatkan pelayanan bagi seluruh pengguna jasa angkutan udara di tanah air.  

Konsolidasi

 

Di sisi lain pihak penyedia jasa pelayanan lalu lintas udara dan navigasi, Indonesia Air Nav, terlihat tengah pula berkonsolidasi dalam aspek peningkatan pelayanan penerbangan di tanah air.  

Seluruh pengguna jasa angkutan udara sangat menyadari bahwa ketertinggalan infrastruktur penerbangan dan sumber daya manusia di bidang aviasi adalah tantangan terbesar yang harus menjadi prioritas utama dalam hal peningkatan derajat keamanan terbang kita.  

Kiranya faktor pelatihan, pendidikan, dan pengawasan menjadi faktor utama dalam upaya menyukseskan program pelayanan di bidang penerbangan sipil komersial pada umumnya.

Tantangan yang sangat mendesak belakangan ini sebenarnya adalah bagaimana mengatasi kepadatan take off dan landing di beberapa bandara, antara lain Soekarno Hatta International Airport (SHIA),  Halim Perdanakusuma, dan Husein Sastranegara Bandung.  

Kepadatan tersebut secara langsung dan tidak langsung menjadi besar pengaruhnya terhadap operasional bandara-bandara tujuan di seluruh tanah air.   

Frekuensi take off landing yang sangat tergantung pada infrastruktur penerbangan yang tersedia menjadi masalah tersendiri bagi para  operator pengatur lalu lintas penerbangan yang bertugas di ATC (Air Traffic Control).  

Mudah-mudahan proses introspeksi dan konsolidasi yang konon tengah berjalan antara pihak manajemen dan para petugas di lapangan dapat memperoleh hasil yang baik.  

Muaranya adalah terselenggaranya operasi penerbangan di tanah air dalam derajat keamanan terbang yang mengacu kepada standar regulasi internasional tentang keselamatan terbang.

Mudah-mudahan akan lebih banyak lagi prestasi yang dapat dicapai oleh para pengelola penerbangan sipil di Indonesia di tengah persaingan yang semakin ketat di dunia penerbangan sipil komersial pada tingkat global. Prestasi yang tentu saja akan selalu beriringan dengan pemelihataan  keamanan dan keselamatan terbang.

EditorHeru Margianto
Komentar

Close Ads X
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM