Mengenal Andi Narogong, Pelaku Utama di Balik Skandal Korupsi E-KTP - Kompas.com

Mengenal Andi Narogong, Pelaku Utama di Balik Skandal Korupsi E-KTP

Abba Gabrillin
Kompas.com - 14/08/2017, 09:07 WIB
Tersangka kasus dugaan korupsi Kartu Tanda Penduduk berbasis elektronik (e-KTP) Andi Agustinus alias Andi Agustinus alias Andi Narogong selesai diperiksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Kamis (4/5/2017)Kompas.com/Robertus Belarminus Tersangka kasus dugaan korupsi Kartu Tanda Penduduk berbasis elektronik (e-KTP) Andi Agustinus alias Andi Agustinus alias Andi Narogong selesai diperiksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Kamis (4/5/2017)


JAKARTA, KOMPAS.com - Pengusaha Andi Agustinus alias Andi Narogong akan menjalani persidangan sebagai terdakwa di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Senin (14/8/2017). Andi diduga sebagai pelaku utama yang mengakibatkan kerugian uang negara sebesar Rp 2,3 triliun dalam proyek pengadaan Kartu Tanda Penduduk berbasis elektronik (e-KTP).

Sebelumnya, nama Andi mungkin tidak terlalu dikenal. Namun, dalam persidangan untuk dua mantan pejabat Kementerian Dalam Negeri, Irman dan Sugiharto, Andi disebut-sebut berperan penting dalam mengendalikan proyek e-KTP.

Lantas, siapa sebenarnya Andi Narogong?

Berdasarkan kesaksian sejumlah saksi, Andi merupakan pengusaha di bidang konveksi. Sebelum mengikuti lelang proyek e-KTP, Andi sudah biasa menjadi rekanan Kementerian Dalam Negeri.

Andi pernah menjadi rekanan dalam pengadaan pakaian dan seragam hansip di Kemendagri.

Andi tidak berkecimpung dalam dunia politik. Dia juga tidak menjadi kader partai politik mana pun.

(Baca: Dilimpahkan ke Pengadilan, Berkas Kasus Andi Narogong Tebalnya 5.000 Halaman)

Keikutsertaan Andi dalam proyek e-KTP diawali pertemuannya dengan Sekretaris Jenderal Kemendagri, Diah Anggraini. Andi kemudian diarahkan untuk bertemu pimpinan dan anggota Komisi II DPR.

Pengendali proyek.

Dalam proyek e-KTP, Andi berperan penting dalam meloloskan anggaran Rp 5,9 triliun. Andi membagikan uang kepada sejumlah pimpinan dan anggota Komisi II DPR, serta Badan Anggaran, demi mendapat persetujuan nilai anggaran.

Dalam proses pengadaan, Andi juga menjadi koordinator yang mengatur para pengusaha. Andi memiliki sebuah ruko di kawasan Fatmawati, Jakarta Selatan. Ia kemudian membentuk tim Fatmawati dengan beberapa pengusaha.

Andi mengondisikan proses lelang dalam proyek e-KTP. Dibantu pejabat Kemendagri, Andi merekayasa proses lelang. Ia juga menentukan spesifikasi teknis dan mark up dalam proses pengadaan.

(Baca: KPK Duga Novanto Gunakan Andi Narogong dalam Proyek E-KTP)

Selain bersama pengusaha, Andi juga melibatkan dua saudara kandungnya yakni, Vidi Gunawan dan Dedi Prijanto dalam proyek e-KTP. Saat bersaksi dalam persidangan, Andi mengakui bahwa ia memerintahkan Vidi Gunawan untuk menyerahkan uang 1,5 juta dollar AS kepada Sugiharto.

Andi Narogong ditangkap oleh penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Kamis (23/3/2017), di kawasan Jakarta Selatan. Setelah ditangkap, Andi ditetapkan sebagai tersangka.

Orang dekat Novanto

Dalam persidangan sebelumnya, nama Andi disebut-sebut sebagai orang dekat Ketua DPR RI, Setya Novanto. KPK menyebut bahwa Andi dan Novanto bersama-sama mengondisikan proyek, sehingga menimbulkan kerugian negara Rp 2,3 triliun.

Andi mengaku kenal dengan Novanto. Pertemuan pertama dengan Novanto, menurut Andi, saat ia menawarkan untuk menjadi rekanan Partai Golkar dalam pengadaan atribut kampanye.

Novanto dan Andi pernah melakukan pertemuan dengan Irman, Sugiharto, dan Sekretaris Jenderal Kementerian Dalam Negeri, Diah Anggraini di Hotel Grand Melia Jakarta.

(Baca: KPK Duga Novanto Gunakan Andi Narogong dalam Proyek E-KTP)

Dalam pertemuan yang digelar pukul 06.00 WIB tersebut, Novanto yang menjabat sebagai Ketua Fraksi Partai Golkar, menyatakan kesediannya untuk membantu proses pembahasan anggaran di DPR.

Selain itu, Andi dan Irman pernah melakukan pertemuan di ruang kerja Novanto, di Lantai 12 Gedung DPR RI.

Dalam pertemuan itu, Andi Narogong dan Irman meminta kepastian Novanto mengenai persetujuan DPR terkait anggaran proyek e-KTP. Setya Novanto mengatakan bahwa ia akan mengkoordinasikan dengan pimpinan fraksi lainnya.

Kompas TV Johannes Marliem diduga memiliki rekaman pertemuan – pertemuan untuk membahas proyek KTP elektronik. Kematian Johannes menambah rumit pengungkapan kasus.









Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
PenulisAbba Gabrillin
EditorSabrina Asril
Komentar