UKP Pancasila Diharapkan Bantu Masyarakat Menghormati Perbedaan - Kompas.com

UKP Pancasila Diharapkan Bantu Masyarakat Menghormati Perbedaan

Abba Gabrillin
Kompas.com - 12/08/2017, 21:23 WIB
Franz Magnis Suseno menjadi pembicara dalam Konferensi Nasional Revitalisasi Pancasila yang digelar Konferensi Wali Gereja Indonesia (KWI) di Unika Atmajaya Jakarta, Sabtu (12/8/2017).KOMPAS.com/ABBA GABRILLIN Franz Magnis Suseno menjadi pembicara dalam Konferensi Nasional Revitalisasi Pancasila yang digelar Konferensi Wali Gereja Indonesia (KWI) di Unika Atmajaya Jakarta, Sabtu (12/8/2017).

JAKARTA, KOMPAS.com - Pakar etika dan filsafat Sekolah Tinggi Filsafat Driyakara Franz Magnis Suseno berharap Unit Kerja Presiden Pembinaan Ideologi Pancasila (UKP-PIP) bekerja secara maksimal. Magnis berharap unit tersebut bisa membantu masyarakat untuk lebih menghormati perbedaan.

"Diharapkan UKP-PIP itu mendesak kesediaan masyarakat untuk saling menerima dalam perbedaan," ujar Magnis saat menjadi pembicara dalam Konferensi Nasional Umat Katolik Indonesia "Revitalisasi Pancasila" yang digelar Konferensi Wali Gereja Indonesia (KWI), Sabtu (12/8/2017).

Sebagai contoh, menurut Magnis, karena di Indonesia hanya 6 agama yang diakui, kepercayaan lain yang belum secara resmi diakui pemerintah, dianggap menyimpang oleh sebagian masyarakat. Tak jarang perlakuan tidak adil diberikan kepada pemeluk kepercayaan tersebut.

Baca juga: Lewat Konferensi Nasional Umat Katolik Serukan Revitalisasi Pancasila

Padahal, menurut Magnis, Pancasila mengamanatkan bahwa setiap orang wajib menghormati kepercayaan individu lain.

Menurut Magnis, negara harus melindungi setiap identitas yang khas. UKP-PIP bisa mendorong supaya Pancasila bisa lebih dipahami masyarakat, terutama melalui lembaga pendidikan dan media massa.

PenulisAbba Gabrillin
EditorAmir Sodikin
Komentar

Terkini Lainnya


Close Ads X
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM