Pemerintah Indonesia Kecam Penutupan Kompleks Masjid Al-Aqsa - Kompas.com

Pemerintah Indonesia Kecam Penutupan Kompleks Masjid Al-Aqsa

Ambaranie Nadia Kemala Movanita
Kompas.com - 20/07/2017, 09:01 WIB
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Arrmanatha Nasir Ketika Ditemui Di Kemenlu, Jakarta, Kamis (18/5/2017).MOH NADLIR/KOMPAS.com Juru bicara Kementerian Luar Negeri Arrmanatha Nasir Ketika Ditemui Di Kemenlu, Jakarta, Kamis (18/5/2017).

JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Luar Negeri prihatin dan mengecam situasi di Kompleks Al Aqsa, Jerusalem.

Dalam insiden itu, Sheikh Ikrima Sabri, Imam Masjid Al-Aqsa di Jerusalem Timur, terkena tembakan.

"Rabu malam (19/7/2017), Menlu RI telah lakukan pembicaraan per telepon dengan Menlu Jordania guna membahas situasi di Masjid Al-Aqsa," ujar Juru Bicara Kemenlu Arrmanatha Nasir, melalui siaran pers, Kamis (19/7/2017).

Penembakan dilakukan sebagai upaya paksa untuk membubarkan jemaah yang melakukan demonstrasi atas penutupan dan pembatasan akses masuk bagi umat Islam ke Kompleks Masjid Al-Aqsa.

Baca: Kawasan Masjid Al-Aqsa di Jerusalem Dibuka Secara Bertahap

Arrmanatha mengatakan, Pemerintah Indonesia juga mengecam langkah aparat keamanan Israel yang membatasi akses ke Kompleks Al-Aqsa.

Hal ini membuat umat Muslim tidak bisa beribadah dengan bebas sebagaimana haknya.

"Dalam kaitan ini Indonesia mendesak Israel untuk tidak mengubah status quo Kompleks Al-Aqsa agar Masjid Al-Aqsa dan the Dome of the Rock tetap sebagai tempat suci untuk dapat diakses bagi semua umat Muslim," kata Arrmanatha.

Pemerintah Indonesia juga meminta Israel segera memulihkan stabilitas dan keamanan di Kompleks Al-Aqsa.

"Indonesia juga mengajak semua pihak untuk menahan diri, agar situasi tidak memburuk," lanjut dia.

Penutupan dan pengamanan ekstra ketat diberlakukan setelah aksi penembakan yang menewaskan dua polisi oleh tiga orang Arab di dekat komplek Masjid Al-Aqsa, Jumat (14/7/2017).

Ketiga pelaku serangan akhirnya ditembak mati di pekarangan masjid tersebut.

Selanjutnya, pihak berwenang Israel mengambil keputusan untuk menutup Kompleks masjid Al-Aqsa untuk shalat Jumat.

Tindakan itu adalah adalah yang pertama kalinya umat Islam dihalangi menunaikan shalat Jumat di masjid itu, sejak 1969.

Hal itulah yang memicu kemarahan dari umat Islam di sana.

Kemarahan dan protes memuncak dengan ditangkapnya Mufti Agung Masjid setempat, Muhammad Ahmad Hussein.

Setelah adanya demonstrasi massa dan protes oleh otoritas agama Islam, akhirnya tempat tersebut dibuka kembali secara bertahap.

Kompas TV Protes Pengetatan Masjid Al-Aqsa Berakhir Ricuh

Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
PenulisAmbaranie Nadia Kemala Movanita
EditorInggried Dwi Wedhaswary
Komentar

Close Ads X
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM