Menteri PPA Sebut Ada 15 Laporan Diskriminasi di Sekolah karena Beda Agama - Kompas.com

Menteri PPA Sebut Ada 15 Laporan Diskriminasi di Sekolah karena Beda Agama

Fabian Januarius Kuwado
Kompas.com - 17/07/2017, 18:44 WIB
Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Yohana Yembise ketika Ditemui di Kantornya, Jakarta, Jumat (19/5/2017).MOH NADLIR/KOMPAS.com Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Yohana Yembise ketika Ditemui di Kantornya, Jakarta, Jumat (19/5/2017).

JAKARTA, KOMPAS.com - Kasus diskriminasi yang dilakukan sekolah terhadap calon peserta didik karena perbedaan agama rupanya tidak hanya terjadi di SMP Negeri 3 Genteng, Banyuwangi, Jawa Timur.

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Yohana Yambise mengatakan, dirinya mendapatkan laporan ada sekitar 15 kejadian serupa.

"(Laporan) yang sudah saya terima, sudah sekitar sampai 15 laporan. Banyak itu," ujar dia di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (17/7/2017).

Soal di mana saja laporan diskriminasi serupa terjadi, Yohana mengaku lupa. Namun seingatnya, laporan tersebar dari beberapa provinsi di Indonesia. Kebanyakan, sekolah yang melakukan diskriminasi adalah sekolah swasta.

"Jadi (calon peserta didik) dari (sekolah) negeri, lalu masuk ke swasta. Ada pula yang pindah lalu ditolak," papar Yohana.

(Baca: Ada Diskriminasi Terhadap Siswi Non Muslim di Banyuwangi, Bupati Anas Marah)

Yohana mengakui, frekuensi laporan diskriminasi serupa meningkat sejak tahun 2016. Sebelumnya, nyaris tak ada laporan semacam itu.

"Baru-baru saja muncul di tahun-tahun ini. Setelah muncul isu-isu radikalisme muncul laporan-laporan itu," ujar Yohana.

Diberitakan, sebuah kasus diskriminasi dialami seorang siswi di Banyuwangi berinisial NWA. NWA adalah calon siswa DI SMPN 3 Genteng, Banyuwangi, Jawa Timur. Ia memilih mengundurkan diri karena salah satu syarat untuk masuk ke sekolah adalah menggunakan jilbab.

Sementara, NWA beragama non Islam. Bupati Banyuwangi Abdullah sudah meminta maaf atas nama pemerintah daerah. Sebab bagaimanapun, sekolah negeri adalah lembaga di bawah pemerintah daerah.

Ia meminta peristiwa diskriminasi serupa tidak terulang di kemudian hari.

Kompas TV  Kepada KompasTV, kakak Fidelis, Yohana Suyati mengklaim, ganja mampu membuat istri Fidelis lebih baik.

PenulisFabian Januarius Kuwado
EditorSabrina Asril
Komentar

Terkini Lainnya


Close Ads X
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM