Tangani Kasus "Bullying" Siswi SMP, Polisi Libatkan Psikolog - Kompas.com

Tangani Kasus "Bullying" Siswi SMP, Polisi Libatkan Psikolog

Ambaranie Nadia Kemala Movanita
Kompas.com - 17/07/2017, 14:41 WIB
Kepala Bagian Penerangan Umum Divisi Humas Polri Kombes Pol Martinus Sitompul.KOMPAS.com/AMBARANIE NADIA Kepala Bagian Penerangan Umum Divisi Humas Polri Kombes Pol Martinus Sitompul.

JAKARTA, KOMPAS.com - Polri akan melibatkan psikolog dalam menangani kasus bullying terhadap siswi SMP yang terjadi di kawasan Thamrin City, Jakarta Pusat.

Kepala Bagian Penerangan Umum Divisi Humas Polri Kombes Pol Martinus Sitompul mengatakan, polisi melibatkan psikolog yang akan mendampingi para saksi yang masih di bawah umur itu.

"Dalam penanganan kasus kekerasan yang dilakukan anak, psikolog itu satu paket. Sehingga akan mengetahui penyebab anak-anak melakukan kekerasan tersebut," ujar Martinus di Kompleks Mabes Polri, Jakarta, Senin (17/7/2017).

Tak hanya itu, korban juga akan didampingi psikolog saat dimintai keterangan.

Baca: Polisi Usut Laporan Pem-"bully"-an terhadap Siswi SMP di Thamrin City

Polisi akan menindaklanjuti laporan tersebut dengan undang-undang perlindungan anak.

"Pelaku yang juga masih anak-anak akan diproses dengan undang-undang tersebut," kata Martinus.

Sebelumnya beredar video bullying siswa dan siswi berseragam SMP terhadap seorang siswi yang terjadi di kawasan Thamrin City, Jakarta Pusat. Video itu viral di media sosial.

Polsek Tanah Abang mengaku sudah menerima laporan dari korban dan telah memintai keterangan saksi.

Video berdurasi 50 detik itu menunjukkan sejumlah siswa SMP sedang mengelilingi satu siswi yang menggunakan seragam putih.

Siswi berseragam putih itu mendapat kekerasan dari sejumlah siswa-siswi lainnya.

Tak ada perlawanan yang dilakukan siswi berseragam putih itu.

Pada akhir video, siswi tersebut disuruh mencium tangan siswa dan siswi yang mem- bully-nya.

Dari keterangan video, disebutkan bahwa lokasinya di Thamrin City.

Kompas TV Tim Medsos Anies-Sandi Mengaku Mendapat Bully di Medsos

PenulisAmbaranie Nadia Kemala Movanita
EditorInggried Dwi Wedhaswary
Komentar

Terkini Lainnya

Pernyataan Putusan MK soal Verifikasi Dilakukan Usai Pemilu 2019 Dinilai Salah Kaprah

Pernyataan Putusan MK soal Verifikasi Dilakukan Usai Pemilu 2019 Dinilai Salah Kaprah

Nasional
Tanggapi Tudingan La Nyalla, Kalla Sebut Prabowo Tak Pernah Minta Mahar Politik

Tanggapi Tudingan La Nyalla, Kalla Sebut Prabowo Tak Pernah Minta Mahar Politik

Nasional
Stok Beras Jatim Aman, Warga Diminta Tidak 'Panic Buying'

Stok Beras Jatim Aman, Warga Diminta Tidak "Panic Buying"

Regional
Anies Akan Buat Pergub untuk Atur Becak Beroperasi di Kampung-kampung

Anies Akan Buat Pergub untuk Atur Becak Beroperasi di Kampung-kampung

Megapolitan
KPU Tak Perlu Tunggu Perppu untuk Eksekusi Putusan MK

KPU Tak Perlu Tunggu Perppu untuk Eksekusi Putusan MK

Nasional
Bunuh Satu Keluarga dengan Balok dan Pisau, Ridwan Terancam Hukuman Mati

Bunuh Satu Keluarga dengan Balok dan Pisau, Ridwan Terancam Hukuman Mati

Regional
Ketua DPRD DKI Tak Diajak Bicara soal Pencabutan HGB Pulau Reklamasi

Ketua DPRD DKI Tak Diajak Bicara soal Pencabutan HGB Pulau Reklamasi

Megapolitan
Bupati Kukar Rita Widyasari Belanja 40 Tas Mewah untuk Samarkan Gratifikasi Rp 436 Miliar

Bupati Kukar Rita Widyasari Belanja 40 Tas Mewah untuk Samarkan Gratifikasi Rp 436 Miliar

Nasional
Bakal Cagub Papua JWW-HMS Merasa Dipopulerkan Lewat Isu Ijazah Palsu

Bakal Cagub Papua JWW-HMS Merasa Dipopulerkan Lewat Isu Ijazah Palsu

Regional
Politisi Serbia-Kosovo Tewas Ditembak di Depan Kantornya

Politisi Serbia-Kosovo Tewas Ditembak di Depan Kantornya

Internasional
Anies: Jangan Berimajinasi Becak Akan Ada di Jalan-jalan Utama Jakarta

Anies: Jangan Berimajinasi Becak Akan Ada di Jalan-jalan Utama Jakarta

Megapolitan
Pelaku Pelecehan Seksual di Depok Minta Maaf kepada Korbannya

Pelaku Pelecehan Seksual di Depok Minta Maaf kepada Korbannya

Megapolitan
Petugas PPSU Jadi Korban Kebakaran Museum Bahari

Petugas PPSU Jadi Korban Kebakaran Museum Bahari

Megapolitan
Wasekjen Hanura: Beri Kesempatan OSO Tingkatkan Elektabilitas Partai

Wasekjen Hanura: Beri Kesempatan OSO Tingkatkan Elektabilitas Partai

Nasional
Di Swiss, Merebus Lobster Hidup-hidup adalah Tindakan Ilegal

Di Swiss, Merebus Lobster Hidup-hidup adalah Tindakan Ilegal

Internasional

Close Ads X
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM