Kapolri Heran Perairan Indonesia Bisa Disusupi Satu Ton Sabu - Kompas.com

Kapolri Heran Perairan Indonesia Bisa Disusupi Satu Ton Sabu

Ambaranie Nadia Kemala Movanita
Kompas.com - 16/07/2017, 11:26 WIB
Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian membuka acara Bhayangkara Run di Monumen Nasional, Jakarta Pusat, Minggu (16/7/2017).KOMPAS.com/AMBARANIE NADIA Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian membuka acara Bhayangkara Run di Monumen Nasional, Jakarta Pusat, Minggu (16/7/2017).

JAKARTA, KOMPAS.com - Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian menyayangkan longgarnya pengamanan wilayah perairan di Indonesia. Longgarnya pengamanan tersebut mengakibatkan jaringan pengedar narkoba internasional menyusup dengan kapal dari China membawa satu ton sabu.

Untungnya upaya mereka berhasil digagalkan begitu merapat ke dermaga eks Hotel Mandalika, Jalan Anyer Raya, Serang Banten.

"Yang dibawa dari Taiwan menembus perairan Indonesia sampai ke Anyer. Bayangkan, kok bisa tidak terdeteksi kita?" kata Tito di lapangan Monas, Jakarta, Minggu (16/7/2017).

Tito mengatakan, perairan Indonesia sangat luas dibandingan jalur udara yang terbatas, sehingga cukup sulit melakukan pengawasan. Terlebih lagi jika pendatang masuk menggunakan kapal pesiar pribadi.

Biasanya, wilayah perairan yang lemah pengawasan berada di kawasan Timur Indonesia. Namun, kali ini daerah sentral yang disasar.

"Ini jadi peringatan bagi kita bahwa perairan kita ini ternyata sangat longgar," ujar Tito.

Baca: Penyelundup 1 Ton Sabu dari China Survei Lokasi di Indonesia Selama 1,5 Bulan

Rencananya satu ton sabu tersebut akan diedarkan di seluruh Pulau Jawa, terutama di kawasan Jabodetabek. Upaya penyelundupan sabu digagalkan oleh Tim Gabungan Satuan Tugas Merah Putih pada Kamis (15/7/2017).

Polisi menangkap empat WN Taiwan, yakni Lin Ming Hui, Chen Wei Cyuan, Liao Guan Yu, dan Hsu Yung Li. Adapun Lin Ming Hui tewas ditembak polisi karena melawan saat akan ditangkap.

Kompas TV Polda Metro Jaya Sita 1 Ton Sabu, 4 WNA Ditangkap

Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
PenulisAmbaranie Nadia Kemala Movanita
EditorFidel Ali
Komentar

Close Ads X