Soroti Impor Ilegal, Panglima TNI Khawatir Industri Dalam Negeri Akan Hancur - Kompas.com

Soroti Impor Ilegal, Panglima TNI Khawatir Industri Dalam Negeri Akan Hancur

Fabian Januarius Kuwado
Kompas.com - 12/07/2017, 19:34 WIB
Panglima TNI Jendral Gatot Nurmantyo saat memberikan keterangan usai menghadiri acara buka puasa bersama dengan sejumlah pimpinan media massa nasional, di Balai Sudirman, Jakarta Selatan, Senin (12/6/2017).KOMPAS.com/Kristian Erdianto Panglima TNI Jendral Gatot Nurmantyo saat memberikan keterangan usai menghadiri acara buka puasa bersama dengan sejumlah pimpinan media massa nasional, di Balai Sudirman, Jakarta Selatan, Senin (12/6/2017).

JAKARTA, KOMPAS.com - Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo menyoroti persoalan impor ilegal di Indonesia.

Meski jumlahnya kecil, Gatot berpendapat, impor ilegal merusak daya saing industri di dalam negeri.

"Very high risk import diperkirakan hanya lima hingga sepuluh persen. Kecil dibandingkan dengan perolehan dari anggaran semuanya. Tetapi yang kecil ini kalau tidak benar-benar kita manage maka akan berdampak negatif kepada perekonomian Indonesia," ujar Gatot, di Kantor Pusat Dirjen Bea Cukai, Jakarta Timur melalui siaran persnya, Rabu (12/7/2017).

"Industri-industri kita akan hancur. Bahkan akan mati karena kalah bersaing dengan barang-barang impor ilegal dan juga bisa ada rekayasa," lanjut dia.

Solusinya, dengan meningkatkan pengawasan terhadap barang atau komoditas yang masuk ke Tanah Air.

Indonesia, lanjut Gatot, juga dapat bekerja sama dengan sejumlah negara tempat transit barang atau komoditas yang akan masuk ke Indonesia.

Dengan demikian, impor ilegal dapat ditekan seminimal mungkin.

"Setiap barang yang akan masuk ke Indonesia biasanya singgah dulu di Singapura, Hongkong, Guangzhou, Shenzen dan sebagainya. Kita bisa berkoordinasi untuk melakukan pengecekan dan pengawasan dari sana untuk mengantisipasi praktik impor berisiko tinggi," ujar Gatot.

Saat ini, sejumlah instansi pemerintah telah bekerja sama dalam rangka meningkatkan pengawasan barang yang masuk ke Tanah Air melalui penegakan aturan bea masuk dan pajak.

TNI, lanjut Gatot, pasti akan mendukung pengawasan yang dikomandoi Direktorat Jenderal Bea Cukai tersebut melalui satuan-satuan yang ada di tubuh TNI.

"Untuk mendukung keberhasilan ini bukan hanya kapal laut ya, tapi juga melibatkan intelijen dan POM TNI untuk benar-benar mengawasi pelaksanaannya," ujar Gatot.

Kompas TV Melambungnya harga cabai di tanah air dimanfaatkan negara Tiongkok dan India untuk mengimpor cabai ke Indonesia. Cabai rawit merah kering kini bahkan sudah beredar di pasar tradisional Jawa Timur. Cabai impor ditemui di sejumlah pasar, salah satunya dari hasil investigasi, Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jawa Timur cabai impor, asal Tiongkok dan India masuk hingga 5 ton perminggu di sejumlah pasar tradisional.

PenulisFabian Januarius Kuwado
EditorInggried Dwi Wedhaswary
Komentar

Close Ads X
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM