5 Berita Populer Akhir Pekan: Misteri Gambar Kaleng Khong Guan hingga Gaj Ahmada - Kompas.com

5 Berita Populer Akhir Pekan: Misteri Gambar Kaleng Khong Guan hingga Gaj Ahmada

Kompas.com - 19/06/2017, 06:03 WIB
Kompas.com/Kistyarini Lukisan pada kaleng biskuit Khong Guan karya Bernardus Prasodjo.

1. Soal Lukisan Keluarga Khong Guan Tanpa Ayah, Ini Jawaban Pelukisnya

Selain nastar, kastengels, dan kue kering lainnya, ada hidangan khas yang selalu disajikan pada hari raya. Apalagi kalau bukan biskuit Khong Guan.

Tidak ada perubahan berarti pada penampilan kaleng biskuit tersebut. Warna merah dan gambar deretan biskuit yang bisa dinikmati di dalamnya menghiasi kaleng.

Namun satu hal yang paling diingat dari kaleng biskuit itu, yakni lukisan ibu dan dua anaknya yang sedang menikmati teh dan biskuit. Uniknya, tidak ada ayah dalam lukisan itu.

Pelukis gambar itu adalah Bernardus Prasodjo, yang kini berusia 69 tahun. Bagaimana penjelasannya soal hilangnya ayah di keluarga itu?

Baca penjelasan Prasodjo di sini

Baca juga Bernardus Prasodjo Kisahkan Lukisan Tentara di Kaleng Monde

2. Tontowi/Liliyana Juarai BCA Indonesia Open 2017

KRISTIANTO PURNOMO Pemain ganda campuran Indonesia, Tontowi Ahmad - Liliyana Natsir meluapkan kegembiraan saat bertanding melawan pemain ganda campuran Malaysia, Chan Peng Soon - Yen Wei Peck pada pertandingan semifinal BCA Indonesia Open Super Series Premier 2017 di Plenary Hall, Jakarta Convention Center, Sabtu (17/6/2017). Tontowi - Liliyana melaju ke final setelah menang dengan skor 21-13 21-14. KOMPAS IMAGES/KRISTIANTO PURNOMO
Pasangan ganda campuran nasional, Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir, akhirnya berhasil menjuarai turnamen bulu tangkis BCA Indonesia Open Superseries Premier 2017.

Tontowi/Liliyana merengkuh gelar juara Indonesia Open untuk kali pertama setelah mengalahkan pasangan unggulan pertama asal China, Zheng Siwei/Chen Qingchen, dengan 22-20, 21-15, pada laga final di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Minggu (18/6/2017).

Ini sekaligus menjadi kemenangan pertama Tontowi/Liliyana atas pasangan tersebut dari total dua laga. Pada pertemuan sebelumnya di China Terbuka 2014, Tontowi/Liliyana kalah.

Selengkapnya baca di sini

Baca juga Pebulu Tangkis Non-unggulan Asal Jepang Juarai Indonesia Open

3. Timnas U-16 Indonesia Juara di Vietnam

Dok. PSSI Timnas U-16 berfoto bersama seusai mengalahkan Myanmar pada Rabu (14/6/2017).
Tim nasional (timnas) U-16 Indonesia menjuarai turnamen Tien Phong Plastic Cup 2017 yang digelar di Danang, Vietnam.

Hal itu dipastikan setelah tim tuan rumah cuma bermain imbang 0-0 dengan Myanmar pada partai pamungkas, Minggu (18/6/2017). Vietnam pun cuma mengoleksi lima angka dari tiga pertandingan.

Adapun Indonesia memuncaki tabel berbekal tujuh angka. Tripoin terakhir diraih pasukan Fakhri Husaini ketika menang 11-0 atas China Taipei di San Van Dong Hoa Xuan Stadium, Minggu.

Baca selengkapnya di sini

Baca juga Timnas U-16 Menang Telak 11-0 di Vietnam

4. BPOM: Mi Samyang U-Dong dan Samyang Kimchi Mengandung Babi

SamWon House Indonesia Mie Panas Korea dari SamWon House Indonesia, yaitu Hot Ramyun, Samyang Spicy Chicken Hot Ramen, dan Paldo Bulnak Spicy Fried Octopus Ramen, ketiganya dikemas dalam paket 3MIEPANASKorea.
Kepala Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan DKI Jakarta Dewi Prawitasari membenarkan isi surat dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) yang menyatakan bahwa empat produk mi instan asal Korea positif mengandung fragmen DNA spesifik babi.

Keempat produk mengandung babi itu yakni Samyang dengan nama produk U-Dong, Nongshim dengan nama produk Shin Ramyun Black, Samyang dengan nama produk Mie Instan Rasa Kimchi, dan Ottogi dengan nama produk Yeul Ramen.

Produk-produk tersebut tidak mencantumkan peringatan "mengandung babi" pada kemasannya.

Baca selengkapnya di sini

Baca juga Soal Samyang Mengandung Babi, Ini Kata Alfamart

5. Penjelasan Muhammadiyah Kota Yogyakarta soal Gaj Ahmada yang Viral

Wikipedia Mahapatih Gajah Mada
Beberapa hari terakhir netizen di media sosial ramai memperbincangkan nama asli Patih Kerajaan Majapahit yang selama ini di kenal dengan Gajah Mada menjadi Gaj Ahmada.

Selain itu, terjadi pula perdebatan di media sosial bahwa Kerajaan Majapahit adalah kesultanan dan Gaj Ahmada beragama Islam.

Dari informasi yang viral di media sosial disebut bahwa kesultanan Majapahit berasal dari penelitian yang kemudian dijadikan buku dengan judul "Kesultanan Majapahit: Fakta Sejarah yang Tersembunyi".

Buku tersebut diterbitkan oleh Lembaga Hikmah dan Kebijakan Publik (LHKP) Pengurus Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Yogyakarta.

Apa komentar LHKP atas penelitian ini? Betulkah nama Gaj Ahmada berasal dari penelitian ini? Baca selengkapnya di sini

EditorHeru Margianto
Komentar