Pencarian Rizieq Shihab oleh Interpol Tunggu Keputusan Penyidik - Kompas.com

Pencarian Rizieq Shihab oleh Interpol Tunggu Keputusan Penyidik

Ambaranie Nadia Kemala Movanita
Kompas.com - 18/05/2017, 15:00 WIB
Kompas.com/AMBARANIE NADIA Kepala Divisi Humas Polri, Irjen Setyo Wasisto

JAKARTA, KOMPAS.com - Kepala Divisi Humas Polri Irjen Setyo Wasisto mengaku belum mengetahui apakah penyidik telah mengirimkan surat kepada NCB Interpol Indonesia untuk meminta penerbitan blue notice terhadap pimpinan Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab.

Menurut dia, permintaan itu sepenuhnya merupakan kewenangan penyidik.

"Jadi penyidik yang tangani kasus itu nanti meminta bantuan Interpol pusat di Kota Liong, Perancis. Tentunya melalui NCB Interpol di Jakarta," ujar Setyo, di Kompleks Mabes Polri, Jakarta, Kamis (18/5/2017).

Setyo mengatakan, blue notice dikeluarkan untuk mencari keberadaan seseorang dan aktivitasnya.

Sementara itu, red notice adalah permintaan penyidik melakukan penangkapan dan membawa seseorang yang berstatus tersangka ke negara asalnya.

Sementara, status Rizieq masih sebagai saksi sehingga rencananya blue notice yang akan dikeluarkan.

Baca: Polri Persilakan Rizieq Minta Perlindungan PBB

"Itu tergantung dari penyidik. Kalau penyidik memerlukan segera, pasti akan mengirim segera," kata Setyo.

Rizieq telah berulang kali mangkir dari panggilan Polda Metro Jaya untuk diperiksa senagai saksi.

Ia seharusnya menjalani pemeriksaan dalam kasus chat WhatsApp berkonten pornografi terkait dirinya.

Rizieq saat ini berada di Arab Saudi bersama keluarganya. Ia menolak diperiksa dalam kasus chat WhatsApp itu.

Menurut pengacara Rizieq, Kapitra Ampera, kliennya tengah meminta perlindungan ke Komisi HAM Persatuan Bangsa Bangsa (PBB) karena merasa dikriminalisasi.

Belum bisa dipastikan kapan Rizieq akan kembali ke Indonesia.

Kompas TV Polisi telah menetapkan Firza Husein sebagai tersangka dalam kasus percakapan via Whatsaap berkonten pornografi.

Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
PenulisAmbaranie Nadia Kemala Movanita
EditorInggried Dwi Wedhaswary
Komentar

Close Ads X