Ketua Pansus Pemilu: "Presidential Threshold" 20 Persen Rentan Digugat - Kompas.com

Ketua Pansus Pemilu: "Presidential Threshold" 20 Persen Rentan Digugat

Rakhmat Nur Hakim
Kompas.com - 17/05/2017, 20:45 WIB
KOMPAS.com/Nabilla Tashandra Wakil Ketua Komisi II DPR Lukman Edy di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (10/5/2017).

JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua Panitia Khusus (Pansus) Rancangan Undang-undang (RUU) Pemilu Lukman Edy memprediksi banyak pihak bakal menggugat jika presidential threshold (PT) diberlakukan dalam Undang-Undang Pemilu yang baru. 

Lukman bahkan mengatakan Mahkamah Konstitusi (MK) telah menyampaikan kepada Pansus bahwa saat ini sudah ada yang menyatakan bakal menggugat Undang-undang Pemilu jika PT diberlakukan.

"MK juga menyatakan ke kami kalau kalian bikin (PT) 0 persen sudah dipastikan enggak akan ada yang gugat. Terus kami tanya kalau ada yang gugat gimana keputusannya. Nah itu nanti kata mereka tergantung hasil sidang konstitusi," ujar Lukman di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (17/5/2017).

(Baca: Tanpa "Presidential Threshold", Demokrat Yakin Pemilih Tak Kesulitan)

Ia menambahkan, saat berkonsultasi, MK menyatakan PT merupakan salah satu obyek gugatan. Dengan begitu, MK akan menjawab kedudukan PT dalam Undang-undang Pemilu yang baru.

"Jadi begitu, kalau ada PT 20 persen, nanti digugat Hary Tanoesoedibjo, Rhoma Irama, Yusril, Grace Natalie. Kalau 1 persen Yusril kemungkinan tidak menggugat. Tapi Hari Tanoe menggugat, Grace Natalie menggugat," lanjut Lukman.

Nama-nama yang disebut Lukman adalah para petinggi partai-partai baru. 

Sebelumnya, pemerintah telah menyatakan menolak presidential threshold pada angka 0 persen. 

(Baca: Rhoma: "Presidential Threshold" Anomali, Tak Rasional, dan Tak Relevan)

Angka ambang batas yang diusulkan pemerintah yakni parpol atau gabungan parpol yang minimal memiliki 20 persen kursi di DPR atau 25 persen suara sah nasional pada pemilu legislatif sebelumnya.

Alasannya, proses pemilihan calon presiden dan calon wakil presiden memerlukan dukungan riil sebagaimana pemilihan calon anggota legislatif.

Dukungan riil tersebut terlihat dari jumlah suara yang diperoleh partai politik pada pemilu legislatif.

Kompas TV Lukman menargetkan RUU penyelenggaraan pemilu disahkan pada 18 Mei 2017.

Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
PenulisRakhmat Nur Hakim
EditorKrisiandi
Komentar

Terkini Lainnya

RUU Terorisme dan Perppu Ormas Dinilai Bentuk Negara Ambil Jalan Pintas

RUU Terorisme dan Perppu Ormas Dinilai Bentuk Negara Ambil Jalan Pintas

Nasional
Bersama Empat Organisasi Keagamaan, Juru Bicara FPI Gugat Perppu Ormas

Bersama Empat Organisasi Keagamaan, Juru Bicara FPI Gugat Perppu Ormas

Nasional
KTI Siapkan Aplikasi Transportasi yang Bisa Bayar Angkot Lewat Ponsel

KTI Siapkan Aplikasi Transportasi yang Bisa Bayar Angkot Lewat Ponsel

Megapolitan
Pelarangan Motor Diperluas, Transjakarta Siapkan 'Feeder' Lewati Jalan Ini

Pelarangan Motor Diperluas, Transjakarta Siapkan "Feeder" Lewati Jalan Ini

Megapolitan
Panik Usai Seruduk Motor, Sopir Fortuner Tabrak 2 Pemotor Lain hingga Tewas

Panik Usai Seruduk Motor, Sopir Fortuner Tabrak 2 Pemotor Lain hingga Tewas

Regional
Pengacara Destiara Bawa Bukti Baru soal Laporannya terhadap Wali Kota Kendari Terpilih

Pengacara Destiara Bawa Bukti Baru soal Laporannya terhadap Wali Kota Kendari Terpilih

Megapolitan
Jusuf Kalla: Tak Mungkin Ada Dua Cagub Golkar di Pilkada Jabar

Jusuf Kalla: Tak Mungkin Ada Dua Cagub Golkar di Pilkada Jabar

Nasional
Baru Bebas, Aman Abdurrahman Kembali Jadi Tersangka Terkait Bom Thamrin

Baru Bebas, Aman Abdurrahman Kembali Jadi Tersangka Terkait Bom Thamrin

Nasional
Tertibkan Bangunan, Satpol PP Temukan Kondom Berserakkan di Objek Wisata

Tertibkan Bangunan, Satpol PP Temukan Kondom Berserakkan di Objek Wisata

Regional
Dari Mana Sumber Dana First Travel Berangkatkan Umrah Seluruh Jemaah?

Dari Mana Sumber Dana First Travel Berangkatkan Umrah Seluruh Jemaah?

Megapolitan
Ganjar Pranowo: Selama Ini Saya Nyaman dengan Pak Heru...

Ganjar Pranowo: Selama Ini Saya Nyaman dengan Pak Heru...

Regional
Mereka yang Rela Tinggalkan Pekerjaan demi Laga Timnas Indonesia Vs Vietnam

Mereka yang Rela Tinggalkan Pekerjaan demi Laga Timnas Indonesia Vs Vietnam

Regional
Ratusan Penerbangan Dibatalkan Saat Topan Hato Dekati Hongkong

Ratusan Penerbangan Dibatalkan Saat Topan Hato Dekati Hongkong

Internasional
Soal Pilpres, Zulkifli Hasan Tak Bermimpi Jadi Capres atau Cawapres

Soal Pilpres, Zulkifli Hasan Tak Bermimpi Jadi Capres atau Cawapres

Nasional
Setelah di SPMN 13, PDAM Kota Tangerang Akan Pasang Keran Air Siap Minum di Sekolah Lain

Setelah di SPMN 13, PDAM Kota Tangerang Akan Pasang Keran Air Siap Minum di Sekolah Lain

Megapolitan