Pramono Anung: Badan Siber dan Sandi Negara Tinggal Finalisasi - Kompas.com

Pramono Anung: Badan Siber dan Sandi Negara Tinggal Finalisasi

Fabian Januarius Kuwado
Kompas.com - 17/05/2017, 20:19 WIB
Kristian Erdianto Sekretaris Kabinet Jokowi-JK Pramono Anung menegaskan bahwa upaya pembebasan 10 Warga Negara Indonesia yang disandera oleh kelompok Abu Sayyaf dilakukan dengan menggunakan metode diplomasi total. Hal itu dia utarakan usai bertemu dengan Menko Polhukam Luhut Pandjaitan, Senin malam (2/5/2016).

JAKARTA, KOMPAS.com - Sekretaris Kabinet Pramono Anung mengatakan, pembentukan Badan Siber dan Sandi Negara tinggal tahap finalisasi.

"Badan Siber dan Sandi Negara memang dalam tahap finalisasi," ujar Pramono di Kompleks Istana Presiden, Rabu (17/5/2017).

Pada waktu yang tepat nanti, lanjut Pramono, pemerintah akan menggelar pernyataan pers terkait pembentukan badan tersebut.

(Baca: Menkominfo Tegaskan Badan Siber Nasional Tak Awasi Sektor Privat)

Pramono mengatakan, pembentukan badan siber relevan dengan tantangan yang dihadapi Indonesia ke depan.

"Memang sekarang ini persoalan cyber attack menjadi persoalan yang sangat mengkhawatirkan. Termasuk soal hoaks yang cepat atau lambat itu akan mengganggu sistem demokrasi kita," ujar dia.

Kepala Kantor Staf Presiden Teten Masduki menambahkan, badan siber tersebut tidak memiliki wewenang penegakan hukum. Badan siber itu lebih kepada proteksi dan intelijen.

"Tapi polisi nanti bisa memanfaatkan hasil temuan mereka (badan siber)," ujar Teten.

(Baca: Apa Urgensinya Badan Siber Nasional untuk Indonesia?)

Kompas TV 300.000 Komputer Terinfeksi Ransomware Wannacry

PenulisFabian Januarius Kuwado
EditorKrisiandi
Komentar

Close Ads X
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM