Ini 10 Desa Wisata Terbaik yang Dapat Penghargaan Mendes - Kompas.com

Ini 10 Desa Wisata Terbaik yang Dapat Penghargaan Mendes

Kompas.com - 14/05/2017, 09:43 WIB
Pramdia Arhando Julianto Dok Kemendesa- Mendes PDTT Eko Sandjojo saat makan bersama dengan para transmigran diDesa Sepunggur Kabupaten Bulungan Kalimantan Utara.

BUKITTINGGI, KOMPAS.com - Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Eko Sandjojo memberikan penghargaan kepada sepuluh desa yang berhasil mengelola potensi pariwisata untuk memajukan ekonomi.

"Penghargaan ini menunjukkan bahwa desa mampu berkembang dan berprestasi," kata Mendes-PDTT, Eko Sandjojo, yang memberikan penghargaan tersebut dalam kegiatan Expo BUMDes 2017 di Lapangan Wirabraja Bukittinggi, Sabtu (13/5/2017) malam.

Sepuluh desa penerima penghargaan terdiri atas sepuluh kategori yaitu Nagari (desa adat) Sungai Nyali di Kabupaten Pesisir Selatan untuk kategori Perkembangan Tercepat, Desa Madobak di Kepulauan Mentawai sebagai Desa Adat, Desa Tamansari di Banyuwangi sebagai Desa Wisata Jejaring Bisnis.

Selanjutnya Desa Pujon Kidul di Malang sebagai Desa Wisata Agro, Desa Seigentung di Gunung Kidul sebagai Desa Wisata Iptek, Desa Ubud di Gianyar sebagai Desa Wisata Budaya, Desa Waturaka di Ende sebagai Desa Wisata Alam.

Kemudian Desa Ponggok di Klaten sebagai Desa Pemberdayaan Masyarakat, Desa Teluk Meranti di Pelalawan sebagai Desa Wisata Kreatif dan Desa Bontagula di Bontang sebagai Desa Wisata Maritim.

(Baca juga: Membangun Purwakarta Lewat Desa Wisata)

Pemberian anugerah dilaksanakan dalam rangka mendukung visi pemerintah untuk memajukan daerah melalui pariwisata karena sektor tersebut dinilai cepat dan mudah dikembangkan.

"Melalui penghargaan Desa Wisata terbaik, diharapkan akan menjadi motivasi bagi desa lainnya bahwa desa mampu berprestasi sehingga pemerataan pembangunan di Indonesia dapat terwujud," ujar Eko Sandjojo.

Eko menyebutkan, pada 2017 Kemendes-PDTT memiliki empat program prioritas untuk membangun desa yaitu pengembangan produk unggulan desa, Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), membuat embung, dan membangun sarana olahraga.

Setiap desa diminta untuk menjalankan setiap program itu melalui pemanfaatan dana desa yang tahun ini dialokasikan sebesar Rp 800 juta bagi setiap desa.

(Irfan Taufik/ant)

Kompas TV Tradisi Unik Ini Namanya “Gerebek” Rotan


EditorBayu Galih
Komentar

Close Ads X