Kata Kemenlu soal Pandangan Miring Media Asing Terkait Pilkada DKI... - Kompas.com

Kata Kemenlu soal Pandangan Miring Media Asing Terkait Pilkada DKI...

Kristian Erdianto
Kompas.com - 21/04/2017, 14:10 WIB
KOMPAS.com / GARRY ANDREW LOTULUNG Suasana saat warga melakukan pencoblosan di TPS 20 dan 21 di kolong jembatan kawasan Penjaringan, Jakarta, Rabu, (19/4/2017). Pasangan calon gubernur-wakil gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan- Sandiaga Uno berdasarkan hasil quick count dari berbagai lembaga survei unggul dibanding pasangan calon Basuki Tjahaja Purnama- Djarot Saiful Hidayat.

JAKARTA, KOMPAS.com - Juru bicara Kementerian Luar Negeri Arrmanaha Nasir mengomentari pandangan miring sejumlah media asing terhadap hasil Pilkada DKI Jakarta 2017.

Arrmanatha menuturkan, terkait hal tersebut, pemerintah ingin menekankan bahwa Pilkada DKI berlangsung dengan sukses dan damai.

"Penekanan pemerintah yang ingin disampaikan adalah bagaimana Pilkada kemarin berlangsung sukses damai," ujar Arrmanatha saat memberikan keterangan di ruang Palapa, Kementerian Luar Negeri, Jakarta Pusat, Jumat (21/4/2017).

Menurut Arrmantha, penyelenggaraan Pilkada DKI yang sukses menunjukkan landasan kebangsaan, toleransi, dan kerukunan masih sangat kokoh. Hal itu juga jelas terlihat dari pandangan Wakil Presiden Amerika Serikat Mike Pence saat bertemu dengan Presiden Joko Widodo.

(Baca: Kekalahan Ahok dan Kemenangan Anies dalam Sorotan Media Asing)

Pence, kata Arrmanatha, sempat mengungkapkan kekagumannya terhadap umat Islam di Indonesia yang moderat dan toleran.

"Itu (Pilkada DKI) menunjukkan landasan kebangsaan, toleransi dan kerukunan sosial itu sangat kokoh dan bagaimana persatuan indonesia sangat kuat," ucapnya.

"Hal ini juga terlihat pada saat pertemuan Wapres AS dengan Presiden, beliau kembali menyampaikan rasa kagum terhadap Islam yang moderat dan toleran di Indonesia," kata Arrmanatha.

Sebelumnya, Pilkada DKI 2017 yang menyebabkan tersingkirnya gubernur petahana, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, menjadi sorotan media asing arus utama. Kekalahan Ahok dan kemenangan Anies Baswedan itu diartikulasikan dalam terminologi atau diksi yang dikaitkan dengan masalah agama dan ras.

(Baca: Jusuf Kalla: Pemberitaan Media Luar soal Pilkada DKI Tidak Adil)

Media Arab berbasis di Doha, Qatar, Al Jazeera, menyebutkan, Ahok yang sedang “diadili karena penistaan” agama kalah dari Anies "setelah kampanye agama yang memecah belah”.

Pemberitaan dengan nada yang yang sama disampaikan harian New York Times (NYT). Salah satu media arus utama AS itu menambahkan, Ahok kalah “dalam pertarungan sengit yang secara luas dipandang sebagai ujian toleransi agama dan etnis.”

Sementara CNN menyebutkan, kekalahan Ahok “kemungkinan akan dilihat sebagai kemenangan bagi umat Islam konservatif di Indonesia, yang telah berkampanye keras terhadap gubernur Kristen etnis Tionghoa yang dikenal sebagai Ahok itu.”

Majalah Times, kantor berita Associated Presse (AP) dan ABC News Australia juga mengartikulasikan kekalahan Ahok dan kemenangan Anies dengan nada yang hampir sama.

“Baswedan telah menarik dukungan dari ulama konservatif yang menentang pemilihan non-Muslim,” demikian AP menulis.

“Polarisasi masa kampanye telah merusak reputasi Indonesia yang menganut bentuk Islam moderat,” tulis AP lagi.

Kompas TV Ahok dan Anies Bertemu di Balai Kota

Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
PenulisKristian Erdianto
EditorSabrina Asril
Komentar

Close Ads X
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM