Keponakan Setya Novanto Akui "Fee" DPR Loloskan E-KTP Sangat Besar - Kompas.com

Keponakan Setya Novanto Akui "Fee" DPR Loloskan E-KTP Sangat Besar

Kompas.com - 20/04/2017, 13:53 WIB
KOMPAS.com / GARRY ANDREW LOTULUNG Terdakwa mantan Dirjen Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kementerian Dalam Negeri, Irman menjalani sidang ketujuh perkara dugaan korupsi pengadaan e-KTP di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Senin (10/4/2017). KPK menduga ada perbuatan melawan hukum dan atau penyalahgunaan wewenang yang mengakibatkan kerugian negara terkait pengadaan proyek KTP elektronik.

JAKARTA, KOMPAS.com - Direktur PT Murakabi Sejahtera, Irvanto Hendra Pambudi, pernah berbicara kepada salah satu rekannya, Jimmy Iskandar Tedjasusila alias Bobby, bahwa biaya yang akan dikeluarkan terkait proyek e-KTP sangat besar.

Hal itu dikatakan Bobby saat bersaksi dalam sidang kasus dugaan korupsi pengadaan e-KTP di Pengadilan Tipikor Jakarta, Kamis (20/4/2017).

"Irvan sempat bicara biaya besar banget. Saya tanya berapa besar, 7 persen kata dia. Dia bilang buat Senayan," kata Bobby kepada jaksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Selain Bobby, salah satu saksi yang juga dihadirkan dalam persidangan adalah Johanes Richard Tanjaya. Kepada jaksa KPK, Johanes menyebut bahwa Irvan adalah keponakan dari Ketua DPR Setya Novanto.

(Baca: Pegawai LKPP Anggap Pejabat Kemendagri "Bunuh Diri" dalam Proyek E-KTP)

Menurut Johanes, biaya 7 persen yang diminta tersebut adalah bagian untuk Setya Novanto dalam proyek e-KTP.

Dalam surat dakwaan, PT Murakabi Sehahtera merupakan salah satu konsorsium yang mengikuti lelang proyek e-KTP. Konsorsium Murakabi sengaja dibuat oleh pengusaha Andi Agustinus alias Andi Narogong, sebagai pendamping Konsorsium PNRI yang akan mengerjakan proyek e-KTP.

Dalam kasus e-KTP, proses persetujuan anggaran di DPR disebut dikendalikan oleh beberapa pimpinan fraksi. Dua di antaranya adalah Ketua Fraksi Partai Golkar Setya Novanto dan Ketua Fraksi Partai Demokrat Anas Urbaningrum.

Keduanya disebut mengkoordinasikan setiap pimpinan fraksi untuk menyetujui anggaran e-KTP sebesar Rp 5,9 triliun. Saat itu, perolehan kursi anggota DPR yang terbesar adalah Demokrat dan Partai Golkar.

Menurut surat dakwaan, untuk mendorong persetujuan anggaran tersebut, pihak konsorsium melalui Andi Narogong memberikan sejumlah uang kepada beberapa anggota DPR RI.

Kompas TV Setya Novanto Jadi Sosok Kunci Kasus Korupsi E-KTP?


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
EditorSabrina Asril
Komentar

Terkini Lainnya

Berdagang di Atas Trotoar Tanah Abang, PKL Kesal Ditertibkan Satpol PP

Berdagang di Atas Trotoar Tanah Abang, PKL Kesal Ditertibkan Satpol PP

Megapolitan
Lebih dari 1.000 Perempuan ISIS Berpotensi Kembali ke Eropa

Lebih dari 1.000 Perempuan ISIS Berpotensi Kembali ke Eropa

Internasional
Pengendara Moge yang Terobos Pintu Tol Diduga Idap Skizofrenia

Pengendara Moge yang Terobos Pintu Tol Diduga Idap Skizofrenia

Regional
Gelar 'Gala Dinner' di Kemayoran, Ridwan Kamil Kumpulkan Rp 1,2 Miliar

Gelar "Gala Dinner" di Kemayoran, Ridwan Kamil Kumpulkan Rp 1,2 Miliar

Regional
Aparat Gabungan Belum Temukan Bukti Narkotika di Kapal Win Long BH 2988

Aparat Gabungan Belum Temukan Bukti Narkotika di Kapal Win Long BH 2988

Regional
Penyebar Ujaran Kebencian Antar-suku di Medsos Ditangkap Bersama Ponsel dan SIM Card

Penyebar Ujaran Kebencian Antar-suku di Medsos Ditangkap Bersama Ponsel dan SIM Card

Regional
Kapolri Perintahkan Jajarannya untuk Silaturahmi dengan Persatuan Islam.

Kapolri Perintahkan Jajarannya untuk Silaturahmi dengan Persatuan Islam.

Regional
Mabes Polri Kirim Helikopter untuk Pengamanan Pilkada Sulawesi Selatan

Mabes Polri Kirim Helikopter untuk Pengamanan Pilkada Sulawesi Selatan

Regional
Pengendara Moge Tanpa Helm Nekat Terobos Pintu Tol di Makassar

Pengendara Moge Tanpa Helm Nekat Terobos Pintu Tol di Makassar

Regional
Harapan Menpora dari Ajang Pemanduan dan Identifikasi Bakat

Harapan Menpora dari Ajang Pemanduan dan Identifikasi Bakat

Olahraga
Pria di Inggris Pura-pura Sakit Demi Menumpang Ambulans ke Rumah Sakit

Pria di Inggris Pura-pura Sakit Demi Menumpang Ambulans ke Rumah Sakit

Internasional
Berenang di Danau Sunter, Tim Menteri Susi Masih Temukan Lumpur

Berenang di Danau Sunter, Tim Menteri Susi Masih Temukan Lumpur

Megapolitan
Ketua Asosiasi Kepala Desa Banyuwangi Ditangkap Tim Saber Pungli

Ketua Asosiasi Kepala Desa Banyuwangi Ditangkap Tim Saber Pungli

Regional
Tinjau Danau Sunter, Menteri Susi Bilang 'Ini Kerja Wali Kota, Tidak Ada Bau'

Tinjau Danau Sunter, Menteri Susi Bilang "Ini Kerja Wali Kota, Tidak Ada Bau"

Megapolitan
Nekat Masuk Kamar dan Pegang Pundak Istri Tetangga, Pria ini Dipolisikan

Nekat Masuk Kamar dan Pegang Pundak Istri Tetangga, Pria ini Dipolisikan

Regional

Close Ads X