Cerita Prabowo dan Sohibul Iman yang Pernah Pesimistis Anies-Sandi Bakal Menang - Kompas.com

Cerita Prabowo dan Sohibul Iman yang Pernah Pesimistis Anies-Sandi Bakal Menang

Nabilla Tashandra
Kompas.com - 19/04/2017, 19:19 WIB
KOMPAS.com / KRISTIANTO PURNOMO Presiden PKS Sohibul Iman (kiri), Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto (dua kiri), calon gubernur DKI nomor urut 3, Anies Baswedan (dua kanan) dan pasangannya, Sandiaga Uno, di Kantor DPP Partai Gerindra, Jakarta Selatan, Rabu (19/4/2017). Quick count lembaga survei untuk putaran kedua Pilkada DKI Jakarta mengunggulkan pasangan ini atas Basuki Tjahaja Purnama-Djarot Saiful Hidayat.

JAKARTA, KOMPAS.com - Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Sohibul Iman mengisahkan apa yang dialaminya beberapa bulan lalu, saat partainya bersama Partai Gerindra memutuskan mengusung Anies Baswedan dan Sandiaga Uno untuk Pilkada DKI Jakarta.

Menurut Sohibul, keputusan mengusung Anies-Sandi membawa beban pikiran tersendiri baginya.

"Alhamdulillah, launching-nya (Anies-Sandi) meriah tapi saya terus menerus punya beban pikiran," kata Sohibul, dalam konferensi pers di Kantor DPP Partai Gerindra, Ragunan, Jakarta Selatan, Rabu (19/4/2017). 

Ia mengatakan, melawan petahana, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dan Djarot Saiful Hidayat, bukan hal mudah.

Saat itu, posisi elektabilitas Ahok-Djarot sangat tinggi sekitar 43 persen. Sementara, Anies-Sandi hanya belasan persen.

KOMPAS.com / KRISTIANTO PURNOMO Calon gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta nomor urut 3, Anies Baswedan-Sandiaga Uno memberi sambutan di Kantor DPP Partai Gerindra, Jakarta Selatan, Rabu (19/4/2017). Quick count lembaga survei untuk putaran kedua Pilkada DKI Jakarta mengunggulkan pasangan ini atas Basuki Tjahaja Purnama-Djarot Saiful Hidayat.
"Ini adalah sesutu yang sangat sulit. Kalau dihitung dengan uang, effort (usaha) dan ikhtiar, kami ini butuh ikhtiar luar biasa dan uang banyak sekali," ujar Sohibul.

(Baca: Hasil Final "Quick Count" Kompas: Ahok-Djarot 42 Persen, Anies-Sandi 58 Persen)

Ia bersyukur, perlahan elektabilitas Anies-Sandi semakin tinggi.

"Kami mendapat keberkahan, pasangan kami bisa melampaui petahana sehingga Insya Allah kami akan meraih kemenangan," kata dia.

Hal sama diungkapkan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto. Ia mengaku berpasrah diri saat memutuskan mengusung Anies-Sandi.

KOMPAS.com / KRISTIANTO PURNOMO Calon gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta nomor urut 3, Anies Baswedan-Sandiaga Uno memberi sambutan di Kantor DPP Partai Gerindra, Jakarta Selatan, Rabu (19/4/2017). Quick count lembaga survei untuk putaran kedua Pilkada DKI Jakarta mengunggulkan pasangan ini atas Basuki Tjahaja Purnama-Djarot Saiful Hidayat.
"Kami termasuk partai hemat banget," ujar Prabowo.

Prabowo mengisahkan, ia beberapa kali memanggil Sandiaga Uno dan menanyakan ketersediaan uang untuk kampanye serta keperluan sosialisasi lainnya.

Saat itu, kata Prabowo, wajah Sandi pucat mengisyaratkan bahwa tak tersedia cukup dana untuk keperluan tersebut.

"Saya tanya, duitnya ada enggak, dik. Saya kasih tahu, rahasia pengusaha. Kalau tidak punya uang harus pura-pura punya uang," ujar Prabowo.

"Tapi enggak apa-apa. Kami ikhlas. Rakyat Indonesia luar biasa. Makanya saya percaya rakyat Indonesia, dikasih uang, sembako, tetap teguh," lanjut dia.

Kompas TV Anies: Anies-Sandi Mengabdi untuk Jakarta

Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
PenulisNabilla Tashandra
EditorInggried Dwi Wedhaswary
Komentar

Close Ads X