Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Mahfud MD Yakin Polri Dapat Ungkap Pelaku Kekerasan Terhadap Novel Baswedan

Kompas.com - 11/04/2017, 18:44 WIB
Lutfy Mairizal Putra

Penulis

JAKARTA, KOMPAS.com - Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud MD meyakini Polri dapat mengungkap pelaku kekerasan terhadap penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan.

Novel mendapat serangan fisik dengan penyiraman yang diduga air keras ke arah mata usai salat subuh di Masjid Jami Al Ihsan, Kelapa Gading, Jakarta Utara, Selasa (11/4/2017) pagi.

"Saya meyakini polisi kita itu bisa mengungkap ini karena polisi kita termasuk terhebat di dunia. Polisi kita tidak kalah dengan Inggris misalnya," kata Mahfud usai menjenguk Novel di Rumah Sakit Mata Jakarta Eyes Center, Menteng, Jakarta Pusat.

(Baca: Kapolri Bentuk Tim Khusus Buru Penyerang Novel Baswedan)

Mahfud menilai, tidak sulit bagi Polri untuk mencari pelaku kekerasan terhadap Novel jika mengerahkan kemampuan institusi Bhayangkara itu. Ia berharap Polri dapat memberikan hasil penyelidikannya secara cepat.

"Ya kita tunggu saja agar perang terhadap korupsi tidak sulit hanya karena ini. Dan polisi saya kira patut mendorong untuk mengungkap ini dengan secepatnya dan sejelas-jelasnya," ujar Mahfud.

Dalam kesempatan itu, Mahfud menyebut kondisi Novel telah membaik. Novel, kata dia, telah sadar dan dapat berkomunikasi. Meski demikian, mata sebelah kiri Novel belum dapat melihat. Untuk mengetahui, diperlukan beberapa kali observasi.

"Dua hari sampai seminggu ke depan, baru akan ditentukan nasib mata itu. Satu matanya belum melihat," ucap Novel.

(Baca: Diduga Disiram Air Keras, Penglihatan Novel Baswedan Terganggu)

Untuk mengusut pelaku kekerasan terhadap Novel, Kapolri Jenderal Tito Karnavian megatakan akan membentuk tim khusus. Tim tersebut terdiri dari Polres Jakarta Utara, Polda Metro Jaya dan Mabes Polri.

Menurut Tito, saat ini tim gabungan tersebut telah bekerja untuk mengungkap pelaku penyerangan terhadap Novel. Ia memastikan bahwa tim tersebut akan bekerja secara maksimal.

Kompas TV Penyidik KPK Disiram Air Keras Oleh Orang Tak Dikenal
Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.



Terkini Lainnya

Sejarah Hari Bhakti Pemasyarakatan 27 April

Sejarah Hari Bhakti Pemasyarakatan 27 April

Nasional
Tanggal 26 April 2024 Memperingati Hari Apa?

Tanggal 26 April 2024 Memperingati Hari Apa?

Nasional
Golkar Ungkap Faktor Keadilan Jadi Rumusan Prabowo Bentuk Komposisi Kabinet

Golkar Ungkap Faktor Keadilan Jadi Rumusan Prabowo Bentuk Komposisi Kabinet

Nasional
Soal Gugatan PDI-P ke PTUN, Pakar Angkat Contoh Kasus Mulan Jameela

Soal Gugatan PDI-P ke PTUN, Pakar Angkat Contoh Kasus Mulan Jameela

Nasional
Prabowo: Kami Akan Komunikasi dengan Semua Unsur untuk Bangun Koalisi Kuat

Prabowo: Kami Akan Komunikasi dengan Semua Unsur untuk Bangun Koalisi Kuat

Nasional
PDI-P Minta Penetapan Prabowo-Gibran Ditunda, KPU: Pasca-MK Tak Ada Pengadilan Lagi

PDI-P Minta Penetapan Prabowo-Gibran Ditunda, KPU: Pasca-MK Tak Ada Pengadilan Lagi

Nasional
Sedang di Yogyakarta, Ganjar Belum Terima Undangan Penetapan Prabowo-Gibran dari KPU

Sedang di Yogyakarta, Ganjar Belum Terima Undangan Penetapan Prabowo-Gibran dari KPU

Nasional
Pakar Nilai Gugatan PDI-P ke PTUN Sulit Dikabulkan, Ini Alasannya

Pakar Nilai Gugatan PDI-P ke PTUN Sulit Dikabulkan, Ini Alasannya

Nasional
Airlangga Klaim Pasar Respons Positif Putusan MK, Investor Dapat Kepastian

Airlangga Klaim Pasar Respons Positif Putusan MK, Investor Dapat Kepastian

Nasional
PDI-P Sebut Proses di PTUN Berjalan, Airlangga Ingatkan Putusan MK Final dan Mengikat

PDI-P Sebut Proses di PTUN Berjalan, Airlangga Ingatkan Putusan MK Final dan Mengikat

Nasional
Golkar Belum Mau Bahas Jatah Menteri, Airlangga: Tunggu Penetapan KPU

Golkar Belum Mau Bahas Jatah Menteri, Airlangga: Tunggu Penetapan KPU

Nasional
Prabowo: Kami Berhasil di MK, Sekarang Saatnya Kita Bersatu Kembali

Prabowo: Kami Berhasil di MK, Sekarang Saatnya Kita Bersatu Kembali

Nasional
Kepala BNPT: Waspada Perkembangan Ideologi di Bawah Permukaan

Kepala BNPT: Waspada Perkembangan Ideologi di Bawah Permukaan

Nasional
KPK Dalami 2 LHKPN yang Laporkan Kepemilikan Aset Kripto, Nilainya Miliaran Rupiah

KPK Dalami 2 LHKPN yang Laporkan Kepemilikan Aset Kripto, Nilainya Miliaran Rupiah

Nasional
Pertamina dan Polri Jalin Kerja Sama dalam Publikasi untuk Edukasi Masyarakat

Pertamina dan Polri Jalin Kerja Sama dalam Publikasi untuk Edukasi Masyarakat

Nasional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com