Kamis, 23 Maret 2017

Nasional

5 Berita Populer: Pasukan Merah Ahok, Keluarga Cendana, hingga Aksi Cor Kaki

Senin, 20 Maret 2017 | 06:04 WIB
Kompas.com/Kurnia Sari Aziza Calon gubernur nomor pemilihan dua DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok saat nonton bareng film Bidah Cinta di Taman Ismail Marzuki, Jakarta Pusat, Sabtu (18/3/2017).

1. Ahok Bentuk Pasukan Baru, Pasukan Merah

Setelah "pasukan oranye" dan "pasukan biru", Gubernur non aktif DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok berencana membentuk pasukan baru. Namanya "pasukan merah".

Pasukan baru ini nantinya sama seperti Petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) yang direkrut oleh kelurahan. Tugasnya adalah memperbaiki rumah warga, terutama mengganti atap rumah warga dengan baja ringan.

Lurah bertugas untuk mendata warganya yang menetap di rumah tak laik.

Nantinya pasukan merah akan digaji senilai upah minimum provinsi (UMP) tiap bulannya.

Selengkapnya baca di sini.

Baca juga:

Ahok Cari Stasiun TV yang Mau Tayangkan Ahok Show
Ahok Akan Bentuk Pasukan Merah di Jakarta, Ini Kata Sandiaga Uno

 

2. Menyoal Arah Dukungan Keluarga Soeharto dalam Pilkada DKI

Doc: Instagram Pasangan calon nomor 3, Anies-Baswedan dan Sandiaga Uno berfoto bersama dengan Titiek Soeharto.

Keluarga Presiden ke-2 RI, Soeharto, turut muncul dalam hiruk pikuk Pilkada DKI Jakarta 2017.

Beberapa hari ini, dua pasang calon gubernur dan calon wakil gubernur getol menyinggung arah dukungan "Keluarga Cendana" itu.

Pasangan Anies Baswedan-Sandiaga Uno lebih dulu mengumumkan adanya dukungan "Keluarga Cendana" kepada mereka.

Kedekatan dengan keluarga Soeharto juga ditunjukan oleh pasangan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok)-Djarot Saiful Hidayat.

Setelah ramainya pembicaraan tentang pertemuan Titiek Soeharto dan Anies-Sandi, Ahok mendatangi kediaman adik tiri Soeharto, Probosutedjo.

Ke mana arah dukungan keluarga Cendana? Apa arti pentingnya?

Selengkapnya baca di sini

Baca juga:
Peneliti LIPI: Keluarga Cendana Didekati karena Punya Massa
Berebut Kartu Mati Politik Cendana?
 

3. Nasdem Usung Ridwan Kamil untuk Pilkada Jawa Barat 2018

KOMPAS. com/DENDI RAMDHANI Wali Kota Bandung Ridwan Kamil saat memberi sambutan dalam acara deklarasi dukungan Partai Nasdem Ridwan Kamil for Jabar 1 di Lapangan Tegalega Bandung, Minggu (19/3/2017)
Partai Nasdem mendeklarasikan dukungan bagi Wali Kota Bandung Ridwan Kamil untuk Pilkada Jawa Barat 2018, Minggu (19/3/2017).

Dalam Deklarasi dukungan yang digelar di Lapangan Tegalega Bandung itu, Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh memastikan tak ada mahar politik dari upaya dukungannya membawa Ridwan ke kursi Jabar 1.

Namun, Surya menetapkan tiga syarat yang mesti dipenuhi Ridwan Kamil.

Apa saja? Selengkapnya baca di sini

4. Bayar Rp 15 Juta Bisa Foto-foto di Jalan Tol Bali Mandara

KOMPAS.com/SRI LESTARI Jalan Tol Bali Mandara
PT. Jasamarga Bali Tol selaku pengelola jalan Tol Bali Mandara, Bali, ternyata melayani permintaan masyarakat yang ingin menggunakan jalan tol tersebut untuk kepentingan lain.

Jalan tol itu kini bisa digunakan untuk foto preweding, pembuatan sinetron atau iklan komersil. Untuk hal itu, PT. JMBT menawarkan harga bervariasi.

Untuk foto preweding misalnya, dikenakan tarif Rp 15 juta untuk satu sesi, sementara untuk video tarifnya Rp 30 juta.

Apa menariknya tol ini? Selengkapnya baca di sini

5. Alasan Para Petani Kendeng Rela Mencor Kaki di Depan Istana Negara

KOMPAS.com/Kristian Erdianto Petani dari kawasan Pegunungan Kendeng melanjutkan aksi protes memasung kaki dengan semen di depan Istana Negara, besok, Rabu (15/3/2017). Pada hari ketiga aksi protesnya ini, jumlah petani yang menyemen kaki pun bertambah menjadi 20 orang. Dua hari sebelumnya, sebelas petani sudah mencor kakinya lebih dulu. Koordinator Jaringan Masyarakat Peduli Pegunungan Kendeng (JMPPK) Joko Prianto mengatakan, sembilan petani yang terdiri dari dua perempuan dan tujuh laki-laki ini, berasal dari Pati dan Kudus.
Sejak Senin (13/3/2017) lalu petani dari kawasan Pegunungan Kendeng melakukan unjuk rasa mencor kaki dengan semen di depan Istana Negara.

Para petani Kendeng itu memprotes izin lingkungan baru yang ditandatangani oleh Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. Dengan terbitnya izin tersebut kegiatan penambangan karst PT Semen Indonesia di Rembang masih tetap berjalan.

Mereka pun meminta Presiden Joko Widodo segera mencabut izin lingkungan PT Semen Indonesia yang dikeluarkan oleh Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dan menghentikan kegiatan penambangan karst oleh pabrik semen yang dinilai merusak lingkungan.

Aksi tersebut masih terus berlangsung dan jumlah petani kian bertambah. Pada hari kelima aksi protes, Jumat (17/3/2017), jumlah petani yang menyemen kakinya mencapai 50 orang.

Aksi yang sama pernah dilakukan oleh sembilan petani perempuan di depan Istana Negara pada April 2016.

Lalu, apa yang membuat para petani Kendeng ini rela mencor kaki untuk kedua kalinya dan mendesak bertemu dengan Presiden Jokowi?

Selengkapnya baca di sini. Ikuti perkembangan berita ini dalam topik "Protes Kartini Kendeng".  

Editor : Heru Margianto