Indonesia Butuh 2,5 Juta Tenaga Kerja di Bidang Pariwisata - Kompas.com

Indonesia Butuh 2,5 Juta Tenaga Kerja di Bidang Pariwisata

Kompas.com - 13/02/2017, 11:15 WIB
Dok Humas Pemkab Purwakarta Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi mencanangkan 16 desa di kabupaten itu sebagai destinasi unggulan atau desa wisata.

JAKARTA, KOMPAS.com - Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata Mancanegara Kementerian Pariwisata, I Gede Pitana mengatakan, Indonesia membutuhkan sedikitnya 2,5 juta tenaga kerja bidang pariwisata dalam lima tahun mendatang.

"Kita membutuhkan 2,5 juta tenaga kerja. Sekitar 70 persen di antaranya untuk tingkatan pekerja vokasi," ujar Pitana di Jakarta, Senin (13/2/2017).

Dia mengatakan, pariwisata merupakan salah satu sektor yang sangat cepat dan sangat tinggi menyerap tenaga kerja.

Oleh karena itu, dia meminta agar sumber daya manusia untuk bidang pariwisata benar-benar disiapkan, terutama tenaga kerja profesional.

"Pariwisata ini adalah ilmu dan kita punya banyak tugas untuk mengembangkan ilmu ini," ucap Pitana.

Dia menambahkan, selama ini masih jarang pekerja profesional pariwisata yang berlatar belakang pendidikan tinggi spesifik pariwisata.

Rektor Universitas Prasetiya Mulya, Djisman S Simandjuntak mengatakan, pertumbuhan industri pariwisata yang semakin besar jumlahnya di dunia.

Selama ini, menurut Djisman, pariwisata identik dengan ranah hiburan dan kesenangan. Namun, saat ini mulai ada perubahan sudut pandang mengenai pariwisata.

"Ada gerakan besar sekarang ini yang menjadikan pariwisata sebagai kultur," jelas Djisman.

Djisman berpendapat, pariwisata yang sekarang ini berkembang dan turut andil dalam perkembangan hidup manusia perlu terus didalami.

(Indriani/ant)

EditorBayu Galih
Komentar

Terkini Lainnya

Diungkap, Objek Mengapung Terlihat 2 Minggu Setelah Hilangnya MH370

Diungkap, Objek Mengapung Terlihat 2 Minggu Setelah Hilangnya MH370

Internasional
Lawan Pemkot Jaksel soal Penggusuran, Warga Bukit Duri Ajukan Kasasi

Lawan Pemkot Jaksel soal Penggusuran, Warga Bukit Duri Ajukan Kasasi

Megapolitan
Kapolri: Potensi Indonesia Jadi Negara Super Power Bukan Omong Kosong

Kapolri: Potensi Indonesia Jadi Negara Super Power Bukan Omong Kosong

Megapolitan
Hadirkah SBY pada Peringatan HUT RI di Istana Kamis Besok?

Hadirkah SBY pada Peringatan HUT RI di Istana Kamis Besok?

Nasional
Menag Sebut Ada Dua Cara bagi First Travel untuk Bertanggung Jawab

Menag Sebut Ada Dua Cara bagi First Travel untuk Bertanggung Jawab

Nasional
Aniaya Istri, Sang Suami Pura-pura Pingsan Saat Dijemput Polisi

Aniaya Istri, Sang Suami Pura-pura Pingsan Saat Dijemput Polisi

Regional
Penjelasan BPK soal Temuan Rp 550 Miliar dalam Sidang Suap Opini WTP Kemendes PDTT

Penjelasan BPK soal Temuan Rp 550 Miliar dalam Sidang Suap Opini WTP Kemendes PDTT

Nasional
Pelarangan Sepeda Motor dari Senayan ke Bundaran HI Rencananya Diterapkan Oktober

Pelarangan Sepeda Motor dari Senayan ke Bundaran HI Rencananya Diterapkan Oktober

Megapolitan
Perluas Akses Air Bersih, Pemkot Tangerang Turunkan Biaya Pemasangan

Perluas Akses Air Bersih, Pemkot Tangerang Turunkan Biaya Pemasangan

Megapolitan
Di Mana Grace Mugabe? Polisi Afrika Selatan Bungkam

Di Mana Grace Mugabe? Polisi Afrika Selatan Bungkam

Internasional
Wakil Ketua DPRD Kota Malang Dimintai Daftar Hadir Banggar oleh KPK

Wakil Ketua DPRD Kota Malang Dimintai Daftar Hadir Banggar oleh KPK

Regional
Sugiarti Telah Minta Maaf, Julianto Kekeh Lanjutkan Proses Hukumnya

Sugiarti Telah Minta Maaf, Julianto Kekeh Lanjutkan Proses Hukumnya

Megapolitan
Militer Israel Hancurkan Rumah Pria Palestina Penikam 3 Warga Yahudi

Militer Israel Hancurkan Rumah Pria Palestina Penikam 3 Warga Yahudi

Internasional
Program Sertifikasi dan Tunjangan Profesi Guru Tetap Ada

Program Sertifikasi dan Tunjangan Profesi Guru Tetap Ada

Edukasi
PPP Kubu Djan Faridz Desak Pemerintah Tunda Pencairan Dana Banpol

PPP Kubu Djan Faridz Desak Pemerintah Tunda Pencairan Dana Banpol

Regional

Close Ads X