Densus 88 Tangkap Terduga Teroris di Payakumbuh dan Deli Serdang - Kompas.com

Densus 88 Tangkap Terduga Teroris di Payakumbuh dan Deli Serdang

Ambaranie Nadia Kemala Movanita
Kompas.com - 21/12/2016, 15:59 WIB
KOMPAS.com/ABBA GABRILLIN Kepala Bagian Penerangan Umum Divisi Humas Polri Kombes Martinus Sitompul di Gedung Divisi Humas Polri, Jakarta, Senin (12/12/2016).

JAKARTA, KOMPAS.com — Beberapa jam seusai menangkap terduga teroris di Tangerang Selatan, Detasemen Khusus 88 menangkap terduga teroris lain di Payakumbuh, Sumatera Barat, dan di Deli Serdang, Sumatera Utara.

Kepala Bagian Penerangan Umum Divisi Humas Polri Komisaris Besar Martinus Sitompul mengatakan, terduga teroris yang ditangkap di Payakumbuh bernama John Tanamal. John alias Hamzah adalah warga asli Payakumbuh.

"Yang bersangkutan merupakan bagian dari kelompok jaringan teroris di Solo atas nama Said," ujar Martinus di kompleks Mabes Polri, Jakarta, Rabu (21/12/2016).

(Baca: Tiga Terduga Teroris Tewas dalam Kontak Senjata dengan Densus 88 di Tangerang)

Hamzah dibawa ke Markas Brimob Padang Panjang untuk dilakukan pemeriksaan intensif.

Hamzah berperan sebagai orang yang membeli bahan-bahan peledak untuk meracik bom. Ia juga merupakan sumber pendanaan pembuatan bom oleh kelompok tersebut.

"Yang bersangkutan juga melakukan percobaan pembuatan bom. Artinya, mereka melakukan bersama Said ini dan melakukan percobaan-percobaan pembuatan bom," kata Martinus.

Sementara itu, terduga teroris yang ditangkap di Deli Serdang bernama Syafii. Dia berperan sebagai perekrut warga negara Indonesia untuk berangkat ke Suriah.

Ia masuk daftar pencarian orang setelah penangkapan anggota kelompok Katibah Gonggong Rebus yang ditangkap pada Agustus lalu di Batam.

"Ini adalah salah satu orang yang melarikan diri. Yang bersangkutan akan dilakukan penegakan hukum terkait kasus yang ada di Batam," kata Martinus.

(Baca: Teroris Asal Batam Berencana Teror Singapura bersama Bahrun Naim)

Namun, saat dilakukan penyitaan, tak ditemukan bom dari Syafii. Hanya ada sejumlah dokumen dan buku-buku petunjuk perakitan bom. Diketahui belakangan bahwa Syafii sedang belajar merakit bom secara otodidak.

"Kemudian ada bahan lain yang memang belum bisa dijadikan suatu rakit bom," kata Martinus.

Kompas TV Kapolri: Tidak Ada Pengalihan Isu Terkait Terorisme

PenulisAmbaranie Nadia Kemala Movanita
EditorKrisiandi
Komentar

Close Ads X
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM