Jokowi: Gunakan Media Sosial untuk Syiar dan Dakwah, Beri Kesejukan - Kompas.com

Jokowi: Gunakan Media Sosial untuk Syiar dan Dakwah, Beri Kesejukan

Fabian Januarius Kuwado
Kompas.com - 13/11/2016, 17:26 WIB
KOMPAS.com/Nabilla Tashandra Presiden Joko Widodo seusai menghadiri Rapimnas Partai Amanat Nasional (PAN) di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, MInggu (13/11/2016).

JAKARTA, KOMPAS.com - Presiden RI Joko Widodo mengaku prihatin dengan maraknya tulisan di media sosial yang banyak berbau kekerasan, penghujatan, fitnah dan sejenisnya dari para netizen. Dia mengaku tidak tertarik untuk membacanya.

Presiden yang juga aktif di media sosial itu mengaku, dirinya lebih tertarik dengan unggahan-unggahan netizen yang kocak-kocak.

"Saya kadang-kadang kalau di media sosial itu pilihnya yang lucu-lucu," ujar Jokowi saat membuka Munas Alim Ulama PPP di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta Timur, Minggu (13/11/2016).

Unggahan-unggahan netizen yang mengandung kata 'bantai' dan 'bunuh', tidak akan dilirik lama oleh Jokowi. Selain menganggap bahwa unggahan netizen berbau kekerasan bukanlah jati diri Islam dan bangsa Indonesia, Jokowi merasa pikirannya segar jika melihat unggahan yang mengundang senyum, bahkan tawa.

"Untuk hiburan pikiran," ujar Jokowi yang disambut tawa para alim ulama yang hadir.

(Baca juga: Jokowi Sesalkan Banyak Tulisan "Bunuh" dan "Bantai" di Media Sosial)

Daripada mengunggah kata-kata negatif, Presiden mengajak rakyat Indonesia pengguna internet lebih baik menggunakan media sosial untuk syiar dan dakwah Islam.

"Saya mengajak Bapak, Ibu, Saudara sekalian untuk mendinginkan suasana, terutama di media sosial, memberi rasa kesejukan. Gunakan media sosial untuk syiar, untuk dakwah, ajaklah ke sana," ujar Jokowi.

Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
PenulisFabian Januarius Kuwado
EditorCaroline Damanik
Komentar

Close Ads X
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM