Jokowi: Kalau Rusuh, Saya Pastikan Aparat Tegakkan Hukum - Kompas.com

Jokowi: Kalau Rusuh, Saya Pastikan Aparat Tegakkan Hukum

Ihsanuddin
Kompas.com - 06/11/2016, 16:28 WIB
TRIBUN NEWS / HERUDIN Presiden Joko Widodo memberikan sambutan pada peresmian pameran bertajuk 'Goresan Juang Kemerdekaan : Koleksi Seni Rupa Istana Kepresidenan Republik Indonesia' di Galeri Nasional, Jakarta, Senin (1/8/2016). Pameran menampilkan 28 karya dari 20 maestro lukis Indonesia seperti Raden Saleh, Affandi, Basoeki Abdullah hingga Presiden Soekarno, berlangsung untuk umum dari 2-30 Agustus.

BOGOR, KOMPAS.com - Presiden Joko Widodo bicara soal demonstrasi 4 November kepada warga negara Indonesia di Australia.

Jokowi berkomunikasi melalui video conference kepada WNI yang ada di Sydney, Australia dari Istana Bogor, Jawa Barat, Minggu (6/11/2016).

Jokowi mengatakan, konstitusi memberikan ruang untuk menyampaikan aspirasi dan berdemonstrasi.

Tetapi penyampaian itu harus dilakukan dengan cara-cara yang tertib dan damai.

(Baca: Jokowi Tunda Kunker ke Australia karena Sibuk Konsolidasi Politik)

"Tetapi kalau sudah masuk pada pelanggaran hukum, rusuh, saya pastikan aparat keamanan, kepolisian akan melakukan penegakan hukum dengan tegas," kata Jokowi.

Aksi unjuk rasa yang digelar pada Jumat (4/11/2016) pekan lalu awalnya berlangsung tertib hingga pukul 18.00 WIB.

Namun setelah itu sebagian demonstran yang belum meninggalkan lokasi terlibat bentrok dengan polisi.

Jokowi berharap agar kerusuhan serupa tidak terjadi lagi di kemudian hari. Ia menekankan setiap demonstrasi harus berlangsung damai dan tertib.

(Baca: Jokowi Minta WNI di Australia Tak Khawatir Kondisi Dalam Negeri)

"Kita ingin Indonesia terus kita jaga agar aman, damai sehingga pembangunan terus berusaha kita laksanakan," ujarnya.

Jokowi juga menegaskan bahwa kondisi di tanah air sudah kondusif pasca demo kemarin. Hanya dibutuhkan konsolidasi kenegaraan dan konsolidasi politik sehingga Jokowi harus menunda kepergiannya ke Australia.

Semula, Jokowi dijadwalkan bertolak menuju Australia pada Sabtu (5/11/2016) malam dan berada disana hingga Selasa (8/11/2016).

(Baca: Jokowi Gelar "Video Conference" dengan Warga RI di Australia, Sore Ini)

Jokowi telah menghubungi Perdana Menteri Australia Malcolm Turnbull untuk menyampaikan kabar penundaan kunjungan tersebut.

Presiden juga menugaskan Menteri Luar Negeri untuk membahas ulang jadwal kunjungan.

"Sekali lagi, saya sampaikan negara saat ini berada pada kondisi yang aman, kondisi baik, tidak ada yang perlu dikhawatirkan," ucap Jokowi.

Kompas TV Jokowi: Rusuh Aksi 4 November Ditunggangi Aktor Politik

Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
PenulisIhsanuddin
EditorKrisiandi

Close Ads X