Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Polri Tangkap "Bos" Jaringan Penyelundupan Manusia

Kompas.com - 25/09/2016, 04:00 WIB
Dimas Jarot Bayu

Penulis

JAKARTA, KOMPAS.com - Polri membekuk pelaku penyelundupan dan perdagangan manusia, Abraham Louhenapessy atau dikenal sebagai Kapten Bram.

Bram ditangkap di Perumahan Taman Semanan Indah, Kalideres, Jakarta Barat oleh tim gabungan Bareskrim, Intelkam, dan Polda Nusa Tenggara Timur pada Jumat (23/9/2016) pukul 02.00 WIB.

Kepala Divisi Humas Polri Irjen (Pol) Boy Rafli Amar mengatakan Bram merupakan tersangka yang membantu penyelundupan manusia dari dan menuju Indonesia menggunakan kapal.

Dia telah masuk Daftar Pencarian Orang (DPO) dengan dugaan melanggar Pasal 120 ayat 1 Undang-undang Nomor 06 Tahun 2011 tentang Keimigrasian Juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP pada 2015.

"Tersangka membantu penyelundupan manusia yang masuk dan keluar Indonesia dengan siapkan kapal karena yang bersangkutan juga nakhoda kapal," ujar Boy ketika dikonfirmasi, Sabtu (24/9/2016).

Menurut Boy, Bram juga diduga sebagai bos penyelundupan manusia ke Australia dan Selandia Baru oleh Polisi Federal Australia (AFP).

"Oleh AFP yang bersangkutan diduga bos people smuggling ke Australia dan New Zealand," kata Boy.

Adapun barang yang diamankan polisi dalam penangkapan tersebut, yakni paspor dengan nomor B 3880688 atas nama Abraham Louhena Pessy, tiket pesawat Kenya Airlines tujuan Jakarta - Thailand - Kenya - Bamako, Mali - Abuja, Nigeria - Prancis - Abu Dhabi - Jakarta.

Lalu, empat buah telpon seluler, satu kartu identitas, satu kartu ATM, buku pelaut, dan surat izin mengemudi.

 

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Tanggapi Jokowi, Djarot PDI-P: Konstitusi Dilanggar dan Direkayasa, Kekaderannya Patut Diragukan

Tanggapi Jokowi, Djarot PDI-P: Konstitusi Dilanggar dan Direkayasa, Kekaderannya Patut Diragukan

Nasional
Polri Akan Gelar Operasi Puri Agung 2024, Kawal World Water Forum Ke-10 di Bali

Polri Akan Gelar Operasi Puri Agung 2024, Kawal World Water Forum Ke-10 di Bali

Nasional
Prabowo Guncangkan Badan Surya Paloh, Sama Seperti Anies Kemarin

Prabowo Guncangkan Badan Surya Paloh, Sama Seperti Anies Kemarin

Nasional
Kasus Dana PEN, Eks Bupati Muna Divonis 3 Tahun Bui

Kasus Dana PEN, Eks Bupati Muna Divonis 3 Tahun Bui

Nasional
Surya Paloh Bakal Bertemu Prabowo Sore Ini, Nasdem Belum Ambil Keputusan

Surya Paloh Bakal Bertemu Prabowo Sore Ini, Nasdem Belum Ambil Keputusan

Nasional
Jalankan Amanah Donatur, Dompet Dhuafa Berbagi Parsel Ramadhan untuk Warga Palestina

Jalankan Amanah Donatur, Dompet Dhuafa Berbagi Parsel Ramadhan untuk Warga Palestina

Nasional
Wapres Sebut Target Penurunan 'Stunting' Akan Dievaluasi

Wapres Sebut Target Penurunan "Stunting" Akan Dievaluasi

Nasional
Persilakan Golkar Tampung Jokowi dan Gibran, PDI-P: Kami Bukan Partai Elektoral

Persilakan Golkar Tampung Jokowi dan Gibran, PDI-P: Kami Bukan Partai Elektoral

Nasional
Dana Pensiun Bukit Asam Targetkan 4 Langkah Penyehatan dan Penguatan pada 2024

Dana Pensiun Bukit Asam Targetkan 4 Langkah Penyehatan dan Penguatan pada 2024

Nasional
Di Depan Wiranto-Hendropriyono, Prabowo Minta Maaf Pernah Nakal: Bikin Repot Senior...

Di Depan Wiranto-Hendropriyono, Prabowo Minta Maaf Pernah Nakal: Bikin Repot Senior...

Nasional
Albertina Dilaporkan Wakil Ketua KPK, Ketua Dewas: Apa yang Salah? Ada Surat Tugas

Albertina Dilaporkan Wakil Ketua KPK, Ketua Dewas: Apa yang Salah? Ada Surat Tugas

Nasional
Polri Terbitkan Red Notice 2 Buron TPPO Bermodus Magang ke Jerman

Polri Terbitkan Red Notice 2 Buron TPPO Bermodus Magang ke Jerman

Nasional
Surya Paloh Bakal Temui Prabowo di Kertanegara, Nasdem: Menguatkan Sinyal Komunikasi

Surya Paloh Bakal Temui Prabowo di Kertanegara, Nasdem: Menguatkan Sinyal Komunikasi

Nasional
Temui Mensesneg Pratikno, Menpan-RB Anas Bahas Progres Skenario Pemindahan ASN ke IKN

Temui Mensesneg Pratikno, Menpan-RB Anas Bahas Progres Skenario Pemindahan ASN ke IKN

Nasional
Jokowi Teken Perpres, Wajibkan Pemda Bentuk Unit Perlindungan Perempuan dan Anak

Jokowi Teken Perpres, Wajibkan Pemda Bentuk Unit Perlindungan Perempuan dan Anak

Nasional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com