Baznas: Pembayaran Zakat di Indonesia Hanya 1,3 Persen dari Potensi - Kompas.com

Baznas: Pembayaran Zakat di Indonesia Hanya 1,3 Persen dari Potensi

Ihsanuddin
Kompas.com - 30/06/2016, 11:04 WIB
KOMPAS/P RADITYA MAHENDRA YASA Ilustrasi: Anak-anak dari Rumah Zakat membawa poster yang berisi ajakan berzakat di Jalan Pahlawan, Kota Semarang, Jawa Tengah, Selasa (31/8/2010). Gerakan simpatik tersebut merupakan kampanye menolong sesama yang membutuhkan.

JAKARTA, KOMPAS.com - Kesadaran masyarakat muslim di Indonesia untuk membayar zakat dinilai masih rendah.

Badan Amil Zakat Nasional mencatat, potensi penerimaan zakat di Indonesia pada tahun 2010, berdasarkan penelitian, mencapai 217 Triliun.

Jika dikalkulasikan dengan penambahan penduduk dan PDB, maka potensi tersebut bisa mencapai 286 Triliun pada 2015.

(baca: Jokowi Bayar Zakat Rp 40 Juta ke Baznas)

"Meski begitu realisasi penghimpunan zakat masih kecil. Pada 2015 zakat yang diserahkan ke Baznas atau pun badan penerima zakat yang diakui pemerintah baru mencapai angka Rp 3,7 triliun atau hanya Rp 1,3 persen dari potensinya," kata Ketua Baznas Bambang Sudibyo di Istana Negara, Jakarta, Kamis (30/6/2016).

Oleh karena itu, Bambang sangat senang saat Presiden Joko Widodo mengumpulkan menteri-menteri serta pejabat eselon I untuk membayar zakat.

(baca: Jokowi Kumpulkan Menteri dan Eselon I buat Bayar Zakat)

Ia menilai, langkah Jokowi ini bisa menjadi tauladan bagi seluruh masyarakat muslim Indonesia yang mampu untuk menunaikan kewajibannya membayar zakat.

"Semoga apa yang Bapak teladankan menjadi tradisi baik yang berkelanjutan, ditiru kepala daerah di seluruh indonesia dan menjadi tanda kebangkitan zakat nasional," kata Bambang.

Kompas TV Warga Antre Berdesakan Demi Beras Zakat

Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
PenulisIhsanuddin
EditorSandro Gatra
Komentar

Close Ads X
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM