Mantan Stafsus Jero Wacik Mengaku Rutin Dititipkan Uang dari Waryono Karno - Kompas.com

Mantan Stafsus Jero Wacik Mengaku Rutin Dititipkan Uang dari Waryono Karno

Ambaranie Nadia Kemala Movanita
Kompas.com - 12/11/2015, 17:39 WIB
TRIBUNNEWS / HERUDIN Mantan Sekretaris Jenderal Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Waryono Karno menjalani sidang dengan agenda pembacaan tuntutan di Pengadilan Tipikor, Jakarta Selatan, Rabu (26/8/2015).

JAKARTA, KOMPAS.com - Bekas staf khusus mantan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Jero Wacik, I Ketut Wiryadinata, mengaku kerap dititipkan uang oleh utusan Sekretaris Jenderal Waryono Karno untuk biaya Dana Operasional Menteri.

Uang tersebut dititipkan oleh staf kesekjenen ESDM, Asep Permana, yang rutin diberikan setiap bulan.

Bahkan, diakui Ketut bahwa dalam satu bulan ada beberapa kali penyerahan uang dengan besaran masing-masing sekitar Rp 200 juta.

"Pernah beberapa kali. Menteri pesan ke saya, 'Tolong terima ada titipan DOM dari Sekjen. Nanti akan ada yang antar'," ujar Ketut menirukan ucapan Jero saat bersaksi di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta, Kamis (12/11/2015).

Ketut mengatakan, uang yang dititipkan dibungkus rapi dalam paperbag, sehingga ia tidak dapat melihat wujud uang tersebut.

Saat dititipi oleh anak buah Waryono, Ketut menandatangani tanda terima yang bertuliskan "untuk dana operasional menteri" yang dilampirkan.

Ketut mengaku menerima uang dari utusan Waryono sejak Mei 2012 hingga Februari 2013.

Ia mengatakan, penerimaan uang selalu dilakukan di Kantor ESDM dan langsung diserahkannya kepada Jero.

Namun, Ketut mengaku tidak tahu apakah jumlah uang di dalam paperbag sesuai dengan jumlah yang tertera di lembaran tenda terima.

"Saya tidak tahu lebih lanjut penggunaan uang tersebut," kata Ketut.

Dalam surat dakwaan, DOM Jero di Kementerian ESDM perbulan sebesar Rp 120 juta.

Pembayarannya pun bukan diserahkan langsung secara tunai kepada Jero, melainkan sudah dianggarkan dan dikelola oleh kesekjenan untuk diambil sesuai kepentingan Jero.

Sebelumnya, Kepala Biro Umum Kementerian ESDM Arief Indarto mengaku diperintahkan Waryono Karno untuk menyediakan anggaran untuk DOM tambahan untuk Jero Wacik.

Menurut Waryono, kata Arief, Jero mengeluhkan DOM di kementerian tersebut yang kecil jumlahnya dan tidak dapat mencukupi kebutuhannya. Arief ditunjuk sebagai orang yang mengurus DOM tambahan itu.

Akhirnya, Arief menggunakan anggaran operasional untuk pimpinan berupa sidang dan rapat untuk menambah DOM Jero.

Pagu anggaran untuk biaya rapat pendukung operasional pimpinan dalam setahun mencapai Rp 3,368 miliar yang berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara.

Dalam kesaksiannya, Arief mengakui bahwa ada penyalahgunaan APBN karena terpaksa membuat laporan rapat fiktif demi menutupi permintaan Jero per bulan. (Baca: DOM Tambahan untuk Jero Diakui Mantan Anak Buah dari Rapat Fiktif)

Uang itu diserahkan Arief melalui Asep yang kemudian dititipkan kepada Ketut untuk diserahkan ke Jero.

Suatu hari, kata Arief, Jero memanggilnya, Waryono, dan Didi ke ruang kerjanya. Saat itu, kata Arief, Jero meminta mereka merobek bukti tanda terima uang tambahan DOM yang selama ini dia minta.

Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
PenulisAmbaranie Nadia Kemala Movanita
EditorBayu Galih
Komentar

Close Ads X
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM