Ketika Refly Harun Mundur Halaman 2 - Kompas.com

Ketika Refly Harun Mundur

Kompas.com - 07/07/2015, 18:00 WIB
KOMPAS/JITET Ilustrasi
Dua kebebasan

Kembali ke soal mundurnya Refly Harun. Jumat dua pekan lalu, ia mengatakan tidak keberatan soal mundurnya ditulis bersama kedua pepatah itu dan kisah Lucanus.

Alasan Refly mundur antara lain (yang bisa ditulis di sini) berkaitan dengan kebebasan teknis dan kebebasan prinsip. "Kebebasan teknis ini berkaitan dengan pemilihan waktu atau jam kerja di kantor. Saya mau membantu istana, tetapi saya tidak bisa bekerja di kantor dengan waktu reguler seperti yang ditentukan di kantor Setneg," ujarnya.

Berkaitan dengan kebebasan prinsip, Refly mengatakan ingin bisa kritis di kalangan intern tempat bekerja sekaligus bisa diumumkan di publik. "Saya tidak bisa mengkritik masalah intern tanpa dipublikasikan. Kalau hanya kritis di dalam, publik tidak tahu kerja saya di dalam, tidak transparan," ujarnya.

Selain itu, Refly mundur untuk memberikan pelajaran tentang keberanian mengatasi masalah post power syndrome kepada siapa pun.

Kisah Lucanus juga tidak paralel dan tidak sama persis dengan peristiwa Refly meninggalkan kantornya di Kompleks Istana Kepresidenan. Kesamaannya hanya "pernah bekerja di dalam istana". Bagaimana pendapat Anda? Selamat merenung, para pegawai istana. Jangan marah, ya, kalau ada hujan kritik, nanti bisa sakit. (J Osdar)

Versi cetak artikel ini terbit di harian Kompas edisi 7 Juli 2015, di halaman 2 dengan judul "Ketika Refly Harun Mundur".

Page:
EditorLaksono Hari Wiwoho
Komentar

Close Ads X
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM