Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Ditanya Hatta soal Siapa yang Berbohong, Apa Kata Amien Rais?

Kompas.com - 02/03/2015, 23:04 WIB
Ihsanuddin

Penulis


BADUNG, KOMPAS.com — Mantan Ketua Umum Partai Amanat Nasional Hatta Rajasa mempertanyakan pernyataan Amien Rais yang menyebut Hatta berbohong terkait pertemuannya dengan Joko Widodo pasca-Pilpres 2014 lalu. Lewat akun Twitter-nya, Hatta justru balik bertanya kepada Amien Rais terkait siapa yang berbohong. Apa tanggapan Amien?

"Semua teman-teman media sudah mengetahui (siapa yang bohong)," jawab Amien, seusai penutupan Kongres IV PAN di Westin Hotel, Nusa Dua, Bali, Senin (2/3/2015).

Saat kembali didesak tentang apakah Hatta atau dirinya yang berbohong, Amien tetap tidak memberi jawaban pasti. Dia justru mengembalikan pertanyaan ke Hatta. "Tanyakan ke hati nurani dia saja," ujar mantan Ketua MPR itu.

Sebelumnya, saat pembukaan Kongres IV PAN, Amien menyerang Hatta soal pertemuan dengan Jokowi dan Surya Paloh pada September 2014 silam. Amien menuding Hatta berbohong karena awalnya berpamitan akan bertemu elite Koalisi Merah Putih. Amien mengaku mengeluarkan pernyataan itu karena perlu meluruskan. "Saya adalah senior. Kalau kurang lurus, saya luruskan," kata Amien.

Sementara itu, Hatta menyatakan pertemuan dengan Joko Widodo dan Ketua Partai Nasdem Surya Paloh bukanlah sebuah kebohongan. Menurut dia, pertemuan itu tidak ditutup-tutupi, bahkan sudah diketahui oleh Ketua Presidium Koalisi Merah Putih Aburizal Bakrie. Dalam pertemuan itu, Hatta juga mengaku didampingi oleh Zulkifli Hasan, pesaingnya dalam kongres yang memenangkan kursi ketua umum.

"Jika faktanya demikian, Izinkan saya bertanya kepada Saudara Amien Rais, siapa sebetulnya yang berbohong?" ujar Hatta.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Baca tentang
Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

KPU Batasi 600 Pemilih Tiap TPS untuk Pilkada 2024

KPU Batasi 600 Pemilih Tiap TPS untuk Pilkada 2024

Nasional
Dianggap Sudah Bukan Kader PDI-P, Jokowi Disebut Dekat dengan Golkar

Dianggap Sudah Bukan Kader PDI-P, Jokowi Disebut Dekat dengan Golkar

Nasional
PDI-P Tak Pecat Jokowi, Komarudin Watubun: Kader yang Jadi Presiden, Kita Jaga Etika dan Kehormatannya

PDI-P Tak Pecat Jokowi, Komarudin Watubun: Kader yang Jadi Presiden, Kita Jaga Etika dan Kehormatannya

Nasional
Menko Polhukam: 5.000 Rekening Diblokir Terkait Judi Online, Perputaran Uang Capai Rp 327 Triliun

Menko Polhukam: 5.000 Rekening Diblokir Terkait Judi Online, Perputaran Uang Capai Rp 327 Triliun

Nasional
Golkar Sebut Pembicaraan Komposisi Menteri Akan Kian Intensif Pasca-putusan MK

Golkar Sebut Pembicaraan Komposisi Menteri Akan Kian Intensif Pasca-putusan MK

Nasional
KPU: Sirekap Dipakai Lagi di Pilkada Serentak 2024

KPU: Sirekap Dipakai Lagi di Pilkada Serentak 2024

Nasional
Pasca-Putusan MK, Zulhas Ajak Semua Pihak Bersatu Wujudkan Indonesia jadi Negara Maju

Pasca-Putusan MK, Zulhas Ajak Semua Pihak Bersatu Wujudkan Indonesia jadi Negara Maju

Nasional
Temui Prabowo di Kertanegara, Waketum Nasdem: Silaturahmi, Tak Ada Pembicaraan Politik

Temui Prabowo di Kertanegara, Waketum Nasdem: Silaturahmi, Tak Ada Pembicaraan Politik

Nasional
Momen Lebaran, Dompet Dhuafa dan Duha Muslimwear Bagikan Kado untuk Anak Yatim dan Duafa

Momen Lebaran, Dompet Dhuafa dan Duha Muslimwear Bagikan Kado untuk Anak Yatim dan Duafa

Nasional
Deputi KPK Minta Prabowo-Gibran Tak Berikan Nama Calon Menteri untuk 'Distabilo' seperti Era Awal Jokowi

Deputi KPK Minta Prabowo-Gibran Tak Berikan Nama Calon Menteri untuk "Distabilo" seperti Era Awal Jokowi

Nasional
Usul Revisi UU Pemilu, Anggota DPR: Selama Ini Pejabat Pengaruhi Pilihan Warga Pakai Fasilitas Negara

Usul Revisi UU Pemilu, Anggota DPR: Selama Ini Pejabat Pengaruhi Pilihan Warga Pakai Fasilitas Negara

Nasional
KPU Mulai Rancang Aturan Pemutakhiran Daftar Pemilih Pilkada 2024

KPU Mulai Rancang Aturan Pemutakhiran Daftar Pemilih Pilkada 2024

Nasional
Waketum Nasdem Ahmad Ali Datangi Rumah Prabowo di Kertanegara

Waketum Nasdem Ahmad Ali Datangi Rumah Prabowo di Kertanegara

Nasional
Sebut Hak Angket Masih Relevan Pasca-Putusan MK, PDI-P: DPR Jangan Cuci Tangan

Sebut Hak Angket Masih Relevan Pasca-Putusan MK, PDI-P: DPR Jangan Cuci Tangan

Nasional
Bicara Posisi Politik PDI-P, Komarudin Watubun: Tak Harus dalam Satu Gerbong, Harus Ada Teman yang Mengingatkan

Bicara Posisi Politik PDI-P, Komarudin Watubun: Tak Harus dalam Satu Gerbong, Harus Ada Teman yang Mengingatkan

Nasional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com