ISIS Berbahaya karena Halalkan Kekerasan atas Nama Agama - Kompas.com

ISIS Berbahaya karena Halalkan Kekerasan atas Nama Agama

Fathur Rochman
Kompas.com - 04/08/2014, 19:26 WIB
TRIBUNNEWS/DANY PERMANA Tokoh lintas agama perwakilan HKBP Philadelphia Pendeta Palty Panjaitan, Jamaah Ahmadiyah Indonesia Maulana Zafrullah Pontoh, Ketua Dewan Syura Ijabi-Syiah Jallaludin Rakhmat, Forum Masyarakat Kristiani Indonesia Jerry Rumahtalu, dan Ketua Persatuan Gereja Indonesia Pendeta Phil Erari (kanan ke kiri) mengangkat poster anti-Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) dalam konferensi pers penolakan kehadiran ISIS di Indonesia, Senin (4/8/2014). Keberadaan ISIS di Timur Tengah mulai menyebar ke Indonesia dengan beredarnya video pernyataan dukungan terhadap ISIS oleh orang Indonesia di media sosial.


JAKARTA, KOMPAS.com — Intelektual muda Nahdlatul Ulama, Zuhairi Misrawi, mengimbau masyarakat mewaspadai keberadaan gerakan Negara Islam Irak dan Suriah (NIIS) atau Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) di Indonesia karena kelompok ini menyebarkan paham yang mengabsahkan kekerasan atas nama agama.

"Kelompok ini mengabsahkan kekerasan atas nama agama. Bahkan, mereka melakukan pembunuhan yang cukup sadis terhadap kelompok minoritas," ujar Zuhairi kepada Kompas.com, Senin (4/8/2014) malam.

Zuhairi mengatakan, penyebaran ISIS di Indonesia merupakan tindakan yang bertentangan dengan konstitusi. Mereka yang terlibat dalam ISIS secara otomatis menjadi warga ISIS, yang bermarkas di Irak dan Suriah. Oleh karena itu, mereka dapat divonis melanggar Undang-Undang Kewarganegaraan.

Menurut Zuhairi, jika ideologi ISIS diterapkan di Indonesia, hal itu akan merusak keharmonisan umat beragama dan keyakinan yang sudah mengakar kuat di bawah payung Bhinneka Tunggal Ika. Zuhairi mendesak pemerintah serius mengantisipasi proliferasi atau perkembangan ISIS di Indonesia. Jika gerakan ini tidak dihentikan, Indonesia dapat terancam konflik.

"Indonesia bisa terancam seperti Irak dan Suriah yang tersandera dalam konflik jika ini tidak dihentikan," ujar Zuhairi.

Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
PenulisFathur Rochman
EditorLaksono Hari Wiwoho
Komentar

Close Ads X
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM