Ditanya soal Penghapusan Koperasi, Jokowi Jawab Prabowo Salah Baca - Kompas.com

Ditanya soal Penghapusan Koperasi, Jokowi Jawab Prabowo Salah Baca

Deytri Robekka Aritonang
Kompas.com - 05/07/2014, 22:24 WIB
KOMPAS IMAGES/KRISTIANTO PURNOMO Calon presiden, Joko Widodo memaparkan visi misinya saat mengikuti Debat Final Pemilu Presiden 2014 dengan tema Pangan, Energi, dan Lingkungan di Hotel Bidakara, Jakarta, Sabtu (5/7/2014). Pemilu Presiden 2014 akan berlangsung 9 Juli mendatang.


JAKARTA, KOMPAS.com - Calon presiden Joko Widodo menampik pertanyaan capres nomor satu, Prabowo Subianto, tentang penghapusan koperasi di desa. Menurut Jokowi, koperasi itu dapat menjadi badan usaha milik desa dan penting bagi penduduk desa.

Hal itu disampaikan oleh Jokowi ketika menjawab pertanyaan Prabowo dalam debat capres-cawapres di Hotel Bidakara, Jakarta, Sabtu (6/7/2014) malam. Dalam sesi tanya jawab antarpasangan calon, Prabowo memberi pertanyaan kepada Jokowi. Prabowo mengatakan bahwa dalam kampanye di Indramayu tanggal 17 Juni, Jokowi mengatakan bahwa petani tidak memerlukan koperasi. Menurut Prabowo, koperasi adalah saka guru (pilar utama) yang sangat vital bagi petani.

Menjawab hal itu, Jokowi mengatakan tidak benar ia menolak kehadiran koperasi. Ia menegaskan bahwa kehadiran koperasi sangat penting.

"Mungkin Bapak salah baca atau salah dengar. Saya kira semua orang tahu bahwa koperasi itu adalah saka guru kita. Jadi tidak mungkin Jokowi berkata seperti itu," kata Jokowi.

Jokowi menyebutkan, sebuah desa sebaiknya memiliki badan usaha milik desa. Bentuk yang paling ideal dari badan usaha ini adalah koperasi.

Selain itu, Jokowi menekankan pentingnya kemandirian desa. Pemerintah perlu fokus membangun desa pada suatu industri tertentu. "Kita ingin agar ternak yang ada di desa, yang disubsidi ditempatkan di satu tempat, satu kandang sehingga nantinya dari produksi sapi ini memproduksi kotoran dan kotoran ini bisa diarahkan pada sebuah energi, eshingga di desa bisa swasembada energi dan swasembada daging," ujar Jokowi.

Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
PenulisDeytri Robekka Aritonang
EditorLaksono Hari Wiwoho
Komentar

Close Ads X