Kamis, 28 Agustus 2014

News / Nasional

Demokrat Harusnya Pilih Peserta Konvensi, Kok Malah Sultan?

Rabu, 14 Mei 2014 | 22:55 WIB
KOMPAS/HENDRA A SETYAWAN Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Sri Sultan Hamengku Buwono X

JAKARTA, KOMPAS.com — Deklarator Partai Demokrat, Aziddin, mempertanyakan wacana pengusungan Sri Sultan Hamengku Buwono X sebagai bakal calon presiden Partai Demokrat. Ia mengatakan, Demokrat seharusnya memilih satu di antara sebelas peserta Konvensi Calon Presiden Demokrat sebagai jagoannya. 

"Ya (menolak). Artinya begini, karena itu sudah komitmen bahwa di antara sebelas inilah yang akan diumumkan," kata Aziddin dalam diskusi Pilpres 2014, Berkoalisi atau Berkualitas? di Jakarta, Rabu (14/5/2014).

Menurut Aziddin, sejak awal, Demokrat menyatakan akan mengusung capres yang dijaring melalui mekanisme konvensi. Oleh karena itu, kata dia, seharusnya Demokrat konsisten dengan pilihan langkahnya. 

"Jadi, karena itu diharapkan capres itu harus dari yang sebelas orang itu, bukan dari luar. Kalau dari luar yang tidak ikut konvensi kenapa harus itu yang disampaikan," katanya.

Sebelumnya, Ketua Dewan Kehormatan Partai Demokrat Amir Syamsuddin mengatakan, partainya membidik salah satu tokoh Partai Golkar, Sri Sultan Hamengku Buwono X, sebagai kandidat calon presiden yang akan diusung pada Pemilu Presiden 2014. Hal itu disampaikan Amir saat dihubungi Kompas.com, Rabu (14/5/2014).

Menurut Amir, alasan memilih Sultan karena elektabilitasnya bisa bersaing dengan dua kandidat bakal capres lainnya, yaitu Prabowo Subianto dan Joko Widodo. Amir menyebutkan, berdasarkan survei yang dilakukan Lingkaran Survei Indonesia (LSI), elektabilitas Jokowi berada di kisaran 25-26 persen, sementara Prabowo 17-18 persen. Di posisi ketiga, ada Sultan dengan 15 persen.

Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:

Penulis: Dani Prabowo
Editor : Inggried Dwi Wedhaswary