Bupati Bogor Rahmat Yasin Ditahan di Rutan KPK - Kompas.com

Bupati Bogor Rahmat Yasin Ditahan di Rutan KPK

Dani Prabowo
Kompas.com - 08/05/2014, 22:14 WIB
KOMPAS/ALIF ICHWAN Ilustrasi. Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jakarta, Kamis (13/12/2012) memeriksa Bupati Bogor Rachmat Yasin. Pemeriksaan terkait penyidikan kasus dugaan korupsi proyek Hambalang.

JAKARTA, KOMPAS.com — Komisi Pemberantasan Korupsi menetapkan Bupati Bogor Rachmat Yasin sebagai tersangka dalam kasus dugaan suap berkaitan dengan pengurusan rekomendasi tukar-menukar kawasan hutan di Bogor, Jawa Barat. Yasin rencananya ditahan di Rutan KPK. 

Dalam kasus ini, KPK juga menetapkan dua tersangka lain, yakni Kepala Dinas Pertanian dan Kehutanan Kabupaten Bogor M Zairin dan pegawai PT BJA bernama FX Yohan Yhap. Ketiganya akan ditahan secara terpisah.

"Di Guntur yang berinisial YY, kemudian yang di sini (Rutan KPK) yang berinisial RY, kemudian MZ di Cipinang," kata Ketua KPK Abraham Samad di Gedung KPK, Kamis (8/5/2014) malam.

Menurut Abraham, Yasin dan Zairin disangka melanggar pasal yang sama, yakni Pasal 12 a atau b atau Pasal 5 Ayat 2 atau Pasal 11 Undang-Undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 Ayat 1 ke-1 KUHP. Keduanya diduga sebagai pihak penerima suap.

Sementara itu, Yohan disangka melanggar Pasal 5 Ayat 1 a atau b atau Pasal 13 Undang-Undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 Ayat 1 ke-1 KUHP. Pegawai di perusahaan berinisial PT BJA itu diduga sebagai pihak pemberi suap.

Sebelumnya, mereka tertangkap tangan KPK pada Rabu (7/5/2014) malam. Zairin dan Yohan diamankan dari sebuah restoran di kawasan Sentul, Bogor. Setelah meringkus keduanya, tim penyidik KPK menangkap Yasin di Perumahan Yasmin, Bogor.

Dalam penangkapan ini, KPK menyita uang tunai senilai Rp 1,5 miliar di sebuah kantor PT BJA yang tak jauh dari lokasi penangkapan Zairin dan Yohan. Diduga, Yasin dan Zairin tak hanya menerima uang Rp 1,5 miliar. Sebelumnya, KPK menduga ada pemberian uang Rp 3 miliar dalam dua tahap kepada Yasin.

Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
PenulisDani Prabowo
EditorTri Wahono
Komentar

Close Ads X