Selasa, 2 September 2014

News / Nasional

Bakal Makin Keras, Jegalan untuk Jokowi Maju Pilpres 2014

Kamis, 24 Oktober 2013 | 08:11 WIB
KOMPAS.com/FABIAN JANUARIUS KUWADO Gubernur DKI Joko Widodo.

JAKARTA, KOMPAS.com — Berbagai pihak dinilai tengah berupaya menjegal Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo alias Jokowi untuk maju sebagai calon presiden di Pemilu 2014. Ke depan, upaya tersebut diyakini akan semakin keras di tengah ketidakpastian pengusungan Jokowi dalam pilpres.

"Mulai ada skenario untuk jegal Jokowi. Sekarang masih permulaan. Nanti akan semakin keras perlawanan dengan kampanye negatif. Bahkan, kampanye hitam akan diarahkan ke Jokowi," kata peneliti senior Indonesia Public Institut (IPI), Karyono Wibowo, Kamis (24/10/2013) di Jakarta.

Karyono mengatakan, ada tiga skenario yang bisa dilakukan untuk menjegal lawan politik, yakni ketika proses tahapan, proses pemungutan suara, dan proses penyelesaian sengketa pemilu di Mahkamah Konstitusi.

Penjegalan Jokowi, dia mengatakan, sudah terjadi di tahapan menjelang pilpres agar Jokowi tidak dicalonkan oleh PDI Perjuangan. Ketika dicalonkan, Jokowi dianggap sulit dikalahkan jika melihat hasil survei lembaga-lembaga survei.

Direktur Eksekutif The Political Literacy Institute Gun Gun Heryanto menambahkan, salah satu upaya penjegalan Jokowi terlihat dari rilis lembaga survei Lingkaran Survei Indonesia. Rilis itu menyebut Jokowi hanya sebagai capres wacana.

Di sisi lain, LSI mengangkat kembali Megawati Soekarnoputri sebagai kandidat capres. Tentunya, menurut Gun Gun, LSI tengah menggoda Megawati untuk maju kembali di pilpres.

Secara terpisah, pengamat politik Andrinof Chaniago mengatakan, capres yang lebih dulu muncul bakal habis-habisan untuk memuluskan pertarungan di Pilpres 2014. Mereka akan berusaha menjegal pesaing utama, salah satunya Jokowi.

"Secara rasional, orang yang sudah habis-habisan enggak mau main tanggung, habis sekalian," kata Andrinof. Caranya, sebut dia, mencegah pesaing utama tak muncul, termasuk dengan membangun opini. "Sekarang di media sosial makin banyak kampanye 'Jokowi Ingat Janji, Jokowi Selesaikan Masalah Jakarta, Jokowi di Jakarta Saja'," kata Adrianof.

Apakah mudah menjegal Jokowi? Karyono dan pengamat pemilu dari Jaringan Pendidikan Pemilih untuk Rakyat (JPRR), M Afifudin, berpendapat sama bahwa sulit untuk menjegal Jokowi jika melihat persepsi masyarakat saat ini. Begitu Jokowi dikritik, publik beramai-ramai menyerang pengkritik.

Contohnya, ketika para politisi DPRD DKI Jakarta hendak menggunakan hak interpelasi menyikapi kebijakan Jokowi-Basuki Tjahaja Purnama. Contoh terbaru, ketika Amien Rais menyerang sosok Jokowi.

Para politisi pendorong interpelasi dan Amien Rais langsung di-bully publik, terutama di media sosial. "Kalau Anda kritik jokowi, Anda akan berhadapan jutaan pendukung Jokowi," kata Afifudin.

Andrinof menambahkan, jika memang Megawati berpihak kepada Jokowi untuk diusung di pilpres, maka sebaiknya dideklarasikan beberapa hari menjelang pemilu legislatif pada April 2014. Figur Jokowi, kata dia, dapat menaikkan dukungan publik terhadap PDI Perjuangan.

"Kalau ditetapkan sekarang, kasihan Jokowi. Dia harus kerja habis-habisan karena akan banyak serangan politik yang mengganggu," ujar Andrinof. "Tapi kalau PDI-P enggak tertarik menjadi pemenang pileg, enggak tertarik punya presiden, enggak tertarik punya menteri banyak, yah enggak apa-apa (tidak usung Jokowi)," pungkas Andrinof.


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:

Penulis: Sandro Gatra
Editor : Palupi Annisa Auliani