ICW: Pemenang Proyek di Banten Layaknya "Arisan" Keluarga Ratu Atut - Kompas.com

ICW: Pemenang Proyek di Banten Layaknya "Arisan" Keluarga Ratu Atut

Dian Maharani
Kompas.com - 14/10/2013, 15:09 WIB
KOMPAS Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah beserta kerabatnya menguasai 175 proyek di Provinsi Banten dalam rentang waktu 2011-2013 dengan total nilai Rp 1,148 triliun.

JAKARTA, KOMPAS.com — Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah dan keluarganya disebut menguasai 175 proyek di Banten. Layaknya arisan keluarga, pemenang proyek itu digilir baik dari 10 perusahaan keluarga Atut maupun 24 perusahaan yang berafiliasi. Data tersebut berdasarkan hasil penelusuran Indonesia Corruption Watch (ICW) dan Jaringan Masyarakat Banten.

"Itu seperti arisan proyek. Jadi digilir peringkat satunya perusahaan siapa. Kemudian peserta lelang, itu-itu saja," ujar Koodinator Divisi Monitoring dan Analisis Anggaran Firdaus Ilyas, saat dihubungi, Senin (14/10/2013).

Ia mencontohkan, pada proyek pengerjaan jalan Cikande-Rangkasbitung, batas kota Pandeglang-batas kota Rangkasbitung, dan Jalan Rangkasbitung Banten tahun anggaran 2011. PT Balipacific Pragama (BP) tertulis sebagai pemenang proyek. Kemudian, pemenang cadangan I, yaitu PT Buana Wardana Utama (BWU), dan cadangan II PT Sambadaagraha Agung Putra (SAP).

Pada proyek berikutnya, yakni pengerjaan relokasi Jalan Serdang-Bojonegara-Merak, tertulis PT Putra Perdana Jaya sebagai pemenang lelang, sedangkan PT BWU dan BP sebagai pemenang cadangan.

TRIBUNNEWS/DANY PERMANA Tubagus Chaery Wardana alias Wawan meninggalkan Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi, Jakarta, seusai menjalani pemeriksaan, Kamis (3/10/2013). Adik dari Ratu Atut yang juga suami dari Wali Kota Tangerang Selatan Airin Rachmi Diany tersebut tertangkap tangan KPK dalam kasus dugaan suap bersama Ketua Mahkamah Konstitusi, Akil Mochtar dalam sengketa Pilkada Kabupaten Lebak, Banten.
PT BWU diketahui milik adik Atut, yaitu Tubagus Chaeri Wardana yang menjadi tersangka kasus dugaan suap pengurusan Pilkada Lebak. Sedangkan PT BP dan SAP termasuk 10 perusahaan yang diduga dikendalikan langsung keluarga Atut dan 24 perusahaan yang berafiliasi.

Data ICW dan Jaringan Masyarakat Banten menyebutkan, proyek pada Kementerian Pekerjaan Umum dalam kurun waktu 2008-2013 sedikitnya tercatat, 33 proyek dimenangkan perusahaan keluarga Atut dengan total proyek Rp 475,728 miliar.

Kemudian, untuk proyek pada Pemerintah Provinsi Banten tahun 2011-2013, tercatat ada 19 proyek dengan total nilai Rp 244,604 miliar. Pada Kementerian PU, mereka mendapatkan 13 proyek dengan total nilai Rp 78,794 miliar. Sementara itu, perusahaan yang diduga berafiliasi dengan perusahaan keluarga Atut tercatat menguasai 110 proyek dengan nilai Rp 346 miliar.

Secara keseluruhan, perusahaan keluarga Atut dan jaringannya telah mendapatkan 175 proyek dengan total nilai Rp 1,148 triliun. Firdaus mengatakan, nilai proyek yang dipegang oleh keluarga Atut selalu lebih dari Rp 5 miliar. Proyek yang diikuti kebanyakan proyek pada bidang pekerjaan umum. Firdaus menduga proses lelang proyek tidak wajar dan sarat kepentingan karena selalu dimenangkan oleh perusahaan keluarga Atut atau yang terkait.

"Prosesnya tidak wajar. Dari sekian banyak perusahaan barang dan jasa kenapa kelompok itu saja yang menang?" katanya.

Selain itu, Firdaus mengatakan, keluarga Atut sebagian besar juga menduduki sektor pemerintahan di Banten. Oleh karena itu, kebijakan pengadaan barang dan jasa di Banten dikendalikan oleh Atut dan keluarganya.

Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
PenulisDian Maharani
EditorInggried Dwi Wedhaswary
Komentar

Terkini Lainnya

Hakim Ingin Lihat Rekaman Sidang Novanto di Pengadilan Tipikor, Sidang Praperadilan Diskors

Hakim Ingin Lihat Rekaman Sidang Novanto di Pengadilan Tipikor, Sidang Praperadilan Diskors

Nasional
Warga Jatipadang Capek Rumahnya Digenangi Banjir, Minta Normalisasi

Warga Jatipadang Capek Rumahnya Digenangi Banjir, Minta Normalisasi

Megapolitan
Hanya Sekali Bicara, Novanto Mengadu Tak Diberi Obat oleh Dokter

Hanya Sekali Bicara, Novanto Mengadu Tak Diberi Obat oleh Dokter

Nasional
Fadli Zon Sebut Alasan Partai Gerindra Dukung Sudirman Said

Fadli Zon Sebut Alasan Partai Gerindra Dukung Sudirman Said

Nasional
Soal Bayi yang Meninggal karena Ditolak Puskesmas, Ganjar Minta Administrasi Jangan Berbelit

Soal Bayi yang Meninggal karena Ditolak Puskesmas, Ganjar Minta Administrasi Jangan Berbelit

Regional
Antisipasi Banjir Kiriman, Lima Pintu Air Dibuka di Manggarai

Antisipasi Banjir Kiriman, Lima Pintu Air Dibuka di Manggarai

Megapolitan
KPK Ingin Tayangkan Sidang di Pengadilan Tipikor, Pengacara Novanto Keberatan

KPK Ingin Tayangkan Sidang di Pengadilan Tipikor, Pengacara Novanto Keberatan

Nasional
Australia Rancang Aturan Cegah Pedofil Bepergian ke Luar Negeri

Australia Rancang Aturan Cegah Pedofil Bepergian ke Luar Negeri

Internasional
Baku Pukul di Arena Polo Air

Baku Pukul di Arena Polo Air

Olahraga
Ditanya Nama dan Umur oleh Hakim, Novanto Hanya Diam dan Menunduk

Ditanya Nama dan Umur oleh Hakim, Novanto Hanya Diam dan Menunduk

Nasional
Cari Solusi Banjir Jakarta, Gubernur Anies Akan Panggil Pakar

Cari Solusi Banjir Jakarta, Gubernur Anies Akan Panggil Pakar

Megapolitan
Menlu AS: Kami Siap Berdiskusi dengan Korut Tanpa Prasyarat

Menlu AS: Kami Siap Berdiskusi dengan Korut Tanpa Prasyarat

Internasional
Jokowi Akan Beri Penghargaan untuk Kepala Polisi Malaysia, Singapura, Filipina

Jokowi Akan Beri Penghargaan untuk Kepala Polisi Malaysia, Singapura, Filipina

Nasional
Kata Dokter, kalau Tak Bisa Bicara, Novanto Seharusnya Tak Bisa Jalan

Kata Dokter, kalau Tak Bisa Bicara, Novanto Seharusnya Tak Bisa Jalan

Nasional
Saksi Ahli: Praperadilan Gugur Saat Sidang Pokok Perkara Dibuka Hakim

Saksi Ahli: Praperadilan Gugur Saat Sidang Pokok Perkara Dibuka Hakim

Nasional

Close Ads X
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM