Rabu, 1 Oktober 2014

News / Nasional

Kapolri: Sutarman, Terbaik di Antara Semua Calon

Senin, 30 September 2013 | 17:07 WIB
KOMPAS.COM/Sandro Gatra Kepala Polri Jenderal Timur Pradopo


JAKARTA, KOMPAS.com —
Kepala Polri Jenderal (Pol) Timur Pradopo menilai Komisaris Jenderal Sutarman merupakan calon kapolri terbaik. Dari daftar calon kapolri yang disampaikan Kapolri kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Kepala Bareskrim Polri itu berada di urutan teratas.

"Tentu yang terbaik di antara semua calon sehingga Presiden pilih Sutarman. Yang diajukan ada empat calon, Sutarman yang di atas," kata Kapolri di Istana Negara, Jakarta, Senin (30/9/2013).

Kapolri menolak anggapan berbagai pihak yang meragukan komitmen Sutarman dalam pemberantasan korupsi. Keraguan itu muncul salah satunya ketika terjadi konflik antara Bareskrim Polri dengan Komisi Pemberantasan Korupsi. Sebaliknya, Kapolri menganggap tidak ada konflik.

KOMPAS/LUCKY PRANSISKA Kepala Bareskrim Mabes Polri Komjen Sutarman menyampaikan keterangan seputar kasus dugaan korupsi pengadaan simulator SIM di Mabes Polri, Jumat (3/8/2012).


"Saya kira tidak ada berseberangan. Kita dengan KPK sinergis," kata Kapolri.

Kapolri menambahkan, jika disetujui DPR, tugas utama Sutarman terdekat ialah pengamanan rangkaian Pemilu 2014 . Selain itu, tugas lainnya ialah pemberantasan terorisme, penanganan korupsi, dan melanjutkan reformasi bikorasi di polisi.

Seperti diberitakan, selain dari Kapolri, Presiden juga menerima usulan calon kapolri dari Komisi Kepolisian Nasional. Semua usulan tersebut adalah pejabat yang kini berpangkat bintang tiga.

Komisi III DPR akan melakukan uji kepatutan dan kelayakan Sutarman sebagai calon kapolri. Presiden ingin mempercepat pergantian Kapolri dengan alasan persiapan pengamanan Pemilu 2014. Sedianya, Timur baru akan pensiun Januari 2014.

Namun, berbagai pihak mengkritik usulan Presiden itu. Selain terkait sikap Sutarman yang pasang badan ketika konflik dengan KPK, penanganan beberapa kasus mandek di Bareskrim. Contohnya, kasus dugaan korupsi alat kesehatan, dugaan korupsi pElat nomor kendaraan bermotor, dan kasus surat palsu Mahkamah Konstitusi.


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:

Penulis: Sandro Gatra
Editor : Caroline Damanik