Jumat, 19 Desember 2014

News / Nasional

Anak di Bawah Umur Bakal Tak Bebas Lagi Berkendara

Selasa, 24 September 2013 | 17:37 WIB
KOMPAS.COM/RATIH WINANTI RAHAYU Polisi menilang salah satu pelajar di bilangan Pramuka, Jakarta Timur, Selasa (10/9/2013). Dari razia tersebut, polisi menilang 35 pelajar yang mengemudi tanpa SIM.

JAKARTA, KOMPAS.com — Mabes Polri bersama Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan menggelar program Police Goes to School untuk menekan penggunaan kendaraan oleh pelajar di bawah umur. Hal ini digelar menyusul maraknya kasus kecelakaan kendaraan baik roda empat maupun roda dua yang melibatkan anak di bawah umur.

“Kita telah berkoordinasi untuk melaksanakan dan meningkatkan sosialisasi dengan Police Goes to School,” kata Kepala Bagian Produksi dan Dokumentasi Humas Polri, Kombes Hilman Thayib, di Mabes Polri, Selasa (24/9/2013).

Hilman mengungkapkan, sejumlah program telah disiapkan mulai dari kampanye keselamatan berkendara dan berlalu lintas di jalan yang akan diselenggarakan secara rutin hingga pengawasan penggunaan kendaraan. Upaya pengawasan tersebut nantinya akan dilakukan Babinkamtibmas di masing-masing satuan wilayah.

Ia menuturkan, menurut aturan Undang-Undang Lalu Lintas, anak berusia di bawah 17 tahun tidak diperkenankan untuk menggunakan kendaraan. Pasalnya, mereka belum memiliki surat izin mengemudi (SIM) karena baru bisa diperoleh setelah para pelajar berusia 17 tahun.

“Jika nanti masih ada anak yang menggunakan kendaraan, maka kita akan panggil orangtuanya agar diperingatkan untuk tidak menggunakan kendaraan,” ujarnya.

Selain itu, Mabes Polri juga akan meningkatkan upaya penegakan hukum terhadap para pelajar yang menggunakan kendaraan roda dua ataupun roda empat. Kegiatan razia tersebut nantinya akan difokuskan di lingkungan sekitar sekolah.

“Kita juga akan meningkatkan pengawasan terhadap praktik pembuatan SIM sehingga SIM tidak dapat dengan mudah untuk dibuat,” ujarnya.

Sebelumnya diberitakan, kecelakaan melibatkan anak musisi Ahmad Dhani, AQJ alias Dul, terjadi di Km 8+200 Tol Jagorawi, kawasan Cibubur, Jakarta Timur, Minggu (8/9/2013) dini hari. Mobil Lancer EX bernomor polisi B 80 SAL yang dikemudikan remaja berusia 13 tahun ini melaju dari arah Bogor menuju Jakarta dan kehilangan kendali sehingga menabrak pagar pembatas dan berpindah jalur ke arah Jakarta menuju Bogor. Mobil itu kemudian menghantam mobil Daihatsu Gran Max B 1349 TFM dan Avanza B 1882, yang melaju dari arah Jakarta menuju Bogor.

Akibat kecelakaan tersebut tujuh orang tewas dan sebelas orang mengalami luka-luka. Tujuh orang itu yaitu Robby Yaser Affan (35), Agus Surahman (31), Agus Wahyudi Hartono (40), Rizki Aditya Santoso (20), Komaruddin (42), Nurmansyah, dan Agus Komara (45). Adapun korban luka berat berjumlah sembilan orang, yaitu Dul (13), Zulheri (44), Abdul Qodir Mufti (17), Robi Anjar, Roejo Widodo (30), Pardumuan Sinaga (35), Noval Samudra (14), Nugroho Brury Laksono (34), dan Wahyudi (35). Korban luka saat ini dirawat di RS Meilia Cibubur dan RS Mitra Keluarga Cibubur.

Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:

Penulis: Dani Prabowo
Editor : Caroline Damanik